Showing posts with label Pesawat Tempur. Show all posts
Showing posts with label Pesawat Tempur. Show all posts

Spesifikasi dan Review F-15 Eagle

Sejarah

United States Air Force video of the McDonnell Douglas F-15 Eagle.
USAF F-15 Eagle
Pada Perang Korea, pesawat tempur Amerika Serikat yang dapat mengalahkan pesawat tempur MiG-15 Soviet hanya adalah F-86 Sabre. Kemudian pada tahun 1965, komunitas pesawat tempur dikejutkan dengan hancurnya pesawat-pesawat modern F-105 Thunderchief oleh MiG-17 era pasca-Perang Korea, pada Perang Vietnam. Intelijen Angkatan Udara Amerika Serikat kemudian mengetahui bahwa Uni Soviet sedang dalam tahap mengembangkan pesawat tempur yang lebih besar, yang dinamakan MiG-25. Pada Perang Vietnam, pesawat yang memiliki persenjataan, jarak jangkau, dan kelincahan yang cukup untuk mengalahkan pesawat tempur buatan Soviet hanyalah F-4 Phantom II. Namun, pesawat ini masih memiliki banyak kelemahan.

Angkatan Udara AS membutuhkan pesawat yang lebih baik dari F-4 Phantom. Setelah menolak program VFX Angkatan Laut AS (yang akhirnya menghasilkan F-14 Tomcat), Angkatan Udara AS membuat program mereka sendiri, yaitu FX (Fighter Experimental), dengan spesifikasi untuk pesawat tempur superioritas udara yang relatif ringan. Tiga perusahaan menyerahkan proposal, yaitu Fairchild Republic, North American Rockwell, dan McDonnell Douglas. Angkatan Udara AS mengumumkan bahwa mereka telah memilih McDonnell Douglas pada tanggal 23 Desember 1969. Disain yang terpilih menggunakan sayap ekor ganda mirip dengan F-14, namun tidak menggunakan sayap lipat.
F-15A prototip pertama, S/N 71-0280.
Versi paling pertamanya, yang diberikan nama F-15A untuk varian kursi tunggal dan F-15B untuk varian berkursi ganda, digerakkan oleh mesin yang baru, Pratt & Whitney F100, yang dapat mencapai perbandingan dorongan dengan berat rasio 1 banding 1. Meriam tanpa selongsong 25 mm Ford-Philco GAU-7 yang awalnya dikembangkan untuk pesawat ini dibatalkan karena menemui masalah pengembangan, dan digantikan meriam M61 Vulcan standar. F-15 juga melanjutkan pemakaian empat rudal Sparrow, sama seperti Phantom. Sayap tetap F-15 terpasang pada badan pesawat yang dibuat lebar dan datar, yang membantu sayap memberikan dorongan ke atas. Pengembangan F-15E Strike Eagle juga akhirnya menghasilkan pesawat untuk menggantikan F-111 Aardvark

Namun, perdebatan di dalam tubuh Angkatan Udara Amerika Serikat mengenai F-15 yang terlalu besar sebagai pesawat tempur superioritas udara, dan dinilai terlalu mahal untuk diproduksi secara menyeluruh menggantikan F-4 dan A-7 mengakibatkan dimulainya program Light Weight Fighter (Pesawat Tempur Ringan), yang akhirnya akan menghasilkan pesawat tempur ringan F-16 Fighting Falcon dan pesawat tempur menengah F/A-18 Hornet.

[sunting] Kecelakaan yang berakibat larangan terbang

Pada 2 November 2007, F-15C jatuh pada latihan di Missouri. Sang pilot selamat melontarkan diri, tetapi kecelakaan ini memicu pelarangan terbang (grounded) bagi pesawat F-15. Kecelakaan pada awalnya adipercaya karena kegagalan struktur pesawat sehingga pecah saat terbang. Pada 3 November 2007, semua F-15 dilarang terbang untuk semua misi yang tidak kritis (non-mission critical).[2] Hari berikutnya larangan ini diperluas pada pesawat yang beroperasi (non-critical mission) di timur tengah.[3] Pada 13 November 2007 lebih dari 1,100 pesawat dilarang terbang di seluruh dunia setelah Israel, Jepang dan Saudi Arabia juga melarang terbang pesawat F-15 mereka.[4] Pada 14 November, Model F-15E diperbolehkan terbang setelah setiap pesawat di inspeksi.[5]

[sunting] Spesifikasi (F-15C Eagle)

Gambar teknis F-15 Eagle.
Data dari USAF fact sheet,[6] Jane's All the World's Aircraft[7]

Karakteristik umum

  • Kru: 1
  • Panjang: 63,8 ft
  • Lebar sayap: 42,8 ft
  • Tinggi: 18,5 ft
  • Luas sayap: 608 ft²
  • Airfoil: NACA 64A006.6 root, NACA 64A203 tip
  • Bobot kosong: 28.000 lb
  • Bobot terisi: 44.500 lb
  • Bobot maksimum lepas landas: 68.000 lb
  • Mesin:Pratt & Whitney F100-100,-220, atau -229 turbofan
    • Dorongan kering: 17.450 lbf masing-masing
    • Dorongan dengan pembakar lanjut: 25.000 lbf untuk -220; 29.000 lbf untuk -229 masing-masing

Kinerja

F-15 vertical deploy.jpg

Persenjataan

Avionik

  • Radar:
  • Countermeasures:
  • AN/APX-76 IFF interrogator
  • AN/ALQ-128 radar warning suite
  • AN/ALR-56 radar warning receiver
  • ALQ-135 internal countermeasures system

[sunting] Lihat pula

Pengembangan yang berhubungan

Pesawat sebanding

Urutan penamaan

[sunting] Pranala luar


Spesifikasi dan Review Shenyang J-11

Sejarah

Pada tahun 1970-an, Shenyang Aircraft Factory mengajukan desain sebuah pesawat tempur ringan yang ditenagai mesin Rolls-Royce Spey 512 dari Inggris, pesawat ini mirip dengan MiG-19 dan disebut dengan J-11, proyek ini ditinggalkan karena kesulitan dalam mendapatkan mesin dari Inggris.[1]

J-11 baru adalah produk lisensi dan pengembangan dari Su-27SK Rusia. Sukhoi pada awalnya menyuplai semua bagian-bagian pesawat kepada Shengyang berdasar perjanjian pada 1995, tapi dengan berjalannya waktu meningkatlah bagian-bagian buatan Tiongkok di dalam pesawat ini, bagian-bagian pesawat yang dibuat sendiri oleh Tiongkok akhirnya mencapai 70% dari seluruh Su-27 yang dipesan oleh AU Tiongkok (PLAAF). Dilaporkan Sukhoi sudah menyetujui program upgrade pada 2001 dengan radar dan avionik serang yang lebih dikembangkan lagi.

Pada 2004, media masa Rusia melaporkan J-11 versi dasar produksi Shengyang dihentikan setelah diproduksi sekitar 100 buah, menurut sumber dari AU Tiongkok versi dasar dari Su-27/J-11 sudah tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan PLAAF. PLAAF kemudian melansir sebuah mock-up dari J-11C versi baru pada akhir 2002. J-11C dilengkapi dengan peluru kendali anti-kapal dan peluru kendali udara ke udara SD-10 buatan Tiongkok, kemungkinan untuk misi serang maritim.

[sunting] Pengoperasian

Saat ini PLAAF mempunyai 7 divisi yang dilengkapi dengan J-11, yaitu:[2]
  • PLAAF 1st Air Division berpangkalan di Anshan, Liaoning, dilengkapi dengan J-11
  • PLAAF 2nd Air Division berpangkalan di Suxi, Guangdong, dilengkapi dengan Su-27SK, Su-27UBK, dan J-11
  • PLAAF 6th Air Division berpangkalan di Yinchuan, Ningxia, dilengkapi dengan J-11
  • PLAAF 7th Air Division berpangkalan di Zhangjiakou, Hebei, dilengkapi dengan J-11
  • PLAAF 14th Air Division berpangkalan di Zhangshu, Jiangxi, dilengkapi dengan J-11
  • PLAAF 19th Air Division berpangkalan di Zhengzhou, Henan, dilengkapi dengan Su-27SK, Su-27UBK, dan J-11
  • PLAAF 33rd Air Division berpangkalan di Baishiyi, Chongqing, dilengkapi dengan Su-27UBK

[sunting] Spesifikasi (J-11/A)

Data dari Sino Defense.com.[3][rujukan?]

Karakteristik umum

  • Kru: 1
  • Panjang: 21.9 m
  • Lebar sayap: 14.70 m
  • Tinggi: 5.92 m
  • Luas sayap: 62.04 m²
  • Bobot kosong: 16,870 kg [1]
  • Bobot terisi: 23,140 kg
  • Bobot maksimum lepas landas: 33,000 kg
  • Mesin:Lyulka AL-31F or Woshan WS-10A "Taihang" turbofans
    • Dorongan kering: 74.5 kN / 89.17 kN [4] masing-masing
    • Dorongan dengan pembakar lanjut: 123 kN / 129.4 kN [5] masing-masing

Kinerja

Persenjataan

Avionik

  • Fire-control radar: NIIP Tikhomirov N001VE Myech coherent pulse Doppler radar
  • OEPS-27 electro-optic system
  • NSts-27 helmet-mounted sight (HMS)
  • Gardeniya ECM pods
Shenyang J-11
Chinese Su-27.JPG
Su-27 AU Tiongkok di Anshan.
 Tipe Pesawat tempur multifungsi
 Produsen Shenyang Aircraft Corporation
 Perancang Sukhoi OKB
Shenyang Aircraft Corporation
 Terbang perdana 1998
 Diperkenalkan 1998
 Status Aktif
 Pengguna Republik Rakyat Cina
 Tahun produksi 1998-sekarang
 Jumlah produksi ≈100
 Acuan dasar Su-27SK


Spesifikasi dan Review Sukhoi Su-27

Sukhoi Su-27 (kode NATO: Flanker) adalah pesawat tempur yang awalnya diproduksi oleh Uni Soviet, dan dirancang oleh Biro Desain Sukhoi. Pesawat ini direncanakan untuk menjadi saingan utama generasi baru pesawat tempur Amerika Serikat (yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet). Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi.

Pesawat ini sering disebut sebagai hasil persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan-Gurevich, karena Su-27 dan MiG-29 berbentuk mirip. Ini adalah keliru, karena Su-27 dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 dirancang untuk mengisi peran pesawat tempur pendukung jarak dekat.

Sejarah :

Pada tahun 1969, Uni Soviet mendapatkan informasi bahwa Angkatan Udara Amerika Serikat telah memilih McDonnell Douglas untuk memproduksi rancangan pesawat tempur eksperimental (yang akan berevolusi menjadi F-15). Untuk menghadapi ancaman masa depan ini, Uni Soviet memulai program PFI (Perspektivnyi Frontovoy Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir") yang direncanakan menghasilkan pesawat yang bisa menyaingi hasil rancangan Amerika Serikat.

Namun, spesifikasi yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat-syarat program ini pada satu pesawat saja ternyata terlalu rumit dan mahal. Maka program ini dibagi menjadi dua, yaitu TPFI (Tyazholyi Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir berat") and the LPFI (Legkiy Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir ringan"). Langkah ini juga mirip apa yang dilakukan Amerika Serikat, dimana Amerika Serikat memulai program "Lightweight Fighter" yang nantinya akan menghasilkan F-16. Sukhoi OKB diberikan program TPFI.

Rancangan Sukhoi pertama kali muncul sebagai pesawat sayap delta T-10, yang pertama terbang pada tanggal 20 Mei 1977. T-10 terlihat oleh pengamat Barat, dan diberikan kode NATO Flanker-A. Perkembangan T-10 menemui banyak masalah, yang berakibat pada kehancuran ketika salah satu pesawat ini jatuh pada tanggal 7 Mei 1978. Kejadian ini kemudian ditindaklanjuti dengan banyak modifikasi perancangan, yang menghasilkan T-10S, yang terbang pertama kali pada 20 April 1981. Pesawat ini juga menemui kesulitan, dan jatuh pada tanggal 23 Desember 1981.

Versi produksi pesawat ini (Su-27 atau Su-27S, dengan kode NATO Flanker-B) mulai dipakai Angkatan Udara Soviet pada tahun 1984, tetapi baru dipakai menyeluruh tahun 1986, karena sempat terhambat oleh masalah produksi. Pesawat ini dipakai oleh Pertahanan Anti Udara Soviet (Voyska PVO) dan Angkatan Udara Soviet (VVS). Pemakaiannya di V-PVO adalah sebagai interseptor, menggantikan Sukhoi Su-15 and Tupolev Tu-28. Dan pemakaiannya di VVS lebih difokuskan kepada interdiksi udara, dengan tugas menyerang pesawat bahan bakar dan AWACS, yang dianggap sebagai aset penting angkatan udara NATO.

MAKS-2007-Su-27.jpg
Su-27
 Tipe Pesawat tempur superioritas udara (Su-27 Flanker-B)
 Produsen Sukhoi
 Terbang perdana 20 Mei 1977
 Diperkenalkan Desember 1984
 Status aktif
 Pengguna Rusia
Aljazair, Angola, Belarusia, Cina, Eritrea, Ethiopia, India, Indonesia, Kazakhstan, Malaysia, Ukraina, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam
 Tahun produksi 1984 - kini
 Jumlah produksi 680
 Harga satuan US$35 juta
 Varian Su-30
Su-33
Su-34
Su-35
Su-37
J-11

Spesifikasi (Sukhoi Su-27)

SUKHOI Su-27 FLANKER.svg

Karakteristik umum

  • Kru: Satu
  • Panjang: 21,9 m
  • Lebar sayap: 14,7 m
  • Tinggi: 5,93 m
  • Luas sayap: 62 m²
  • Bobot kosong: 16.380 kg
  • Bobot terisi: 23.000 kg
  • Bobot maksimum lepas landas: 33.000 kg
  • Mesin:Lyulka AL-31F turbofan, 122,8 kN masing-masing

Kinerja

Persenjataan


Spesifikasi dan Review Sukhoi Su-30

Sukhoi Su-30 (kode NATO: Flanker-C) adalah pesawat tempur yang dikembangkan oleh Sukhoi Rusia pada tahun 1996. Pesawat ini adalah pesawat tempur multi-peran, yang efektif dipakai sebagai pesawat serang darat. Pesawat ini bisa dibandingan dengan F/A-18E/F Super Hornet and F-15E Strike Eagle Amerika Serikat.

Pesawat ini adalah pengembangan dari Su-27UB, dan memiliki beberapa varian. Seri Su-30K dan Su-30MK telah sukses secara komersial. Varian-varian ini diproduksi oleh KNAAPO dan Irkut, yang merupakan anak perusahaan dari grup Sukhoi. KNAAPO memproduksi Su-30MKK dan Su-30MK2, yang dirancang dan dijual kepada Tiongkok. Su-30 paling mutakhir adalah seri Su-30MK buatan Irkut. Antara lain Su-30MKI, yang merupakan pesawat yang dikembangkan khusus untuk Angkatan Udara India, serta MKM untuk Malaysia dan MKA untuk Aljazair.

SU-30MKI India.jpg
Su-30MK-1 Angkatan Udara India.
 Tipe Pesawat tempur multi-peran
 Produsen Sukhoi
 Terbang perdana 1989
 Diperkenalkan 1992
 Status Aktif
 Pengguna Rusia
India
Tiongkok
Malaysia
Indonesia
 Harga satuan US$33-$45 juta
 Acuan dasar Su-27


Operator

Operator militer Su-30
 Aljazair
 Republik Rakyat Cina
 India
 Indonesia
 Malaysia
 Rusia
 Uganda
 Venezuela
 Vietnam
 
 

Spesifikasi (Su-27PU/Su-30)

Data dari KNAAPO Su-30MK page,[1] Sukhoi Su-30MK page,[2] Gordon and Davison[3]

Karakteristik umum

  • Kru: 2
  • Panjang: 21.935 m
  • Lebar sayap: 14.7 m
  • Tinggi: 6.36 m
  • Luas sayap: 62.0 m²
  • Bobot kosong: 17,700 kg
  • Bobot terisi: 24,900 kg
  • Bobot maksimum lepas landas: 34,500 kg
  • Mesin:AL-31FL low-bypass turbofans
    • Dorongan kering: 7,600 kgf masing-masing
    • Dorongan dengan pembakar lanjut: 12,500 kgf masing-masing

Kinerja

Persenjataan

  • Guns: 1 × GSh-30-1 gun (30 mm caliber, 150 rounds)
  • AAMs: 6 × R-27ER1 (AA-10C), 2 × R-27ET1 (AA-10D), 6 × R-73E (AA-11), 6 × R-77 RVV-AE(AA-12)
  • ASMs: 6 × Kh-31P/Kh-31A anti-radar missiles, 6 × Kh-29T/L laser guided missiles, 2 × Kh-59ME
  • Aerial bombs: 6 × KAB 500KR, 3 × KAB-1500KR, 8 × FAB-500T, 28 × OFAB-250-
 


F-35 Lighting II, Pesawat Tempur dengan Teknologi Tinggi

F-35 Lightning II

 
F-35 Lightning II adalah hasil pengembangan dari pesawat terbang X-35 dalam program Joint Strike Fighter. Pesawat ini adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin tunggal, yang dapat melakukan banyak fungsi, antara lain pertempuran udara-ke-udara, dukungan udara jarak dekat, dan pengeboman taktis. Pengembangan pesawat ini dibiayai oleh Amerika Serikat, Britania Raya, Dragunov Serikat dan beberapa negara lainnya. Pesawat ini dikembangkan dan diproduksi oleh industri kedirgantaraan yang dipimpin oleh Lockheed Martin serta dua rekan utamanya, BAE Systems dan Northrop Grumman. Pesawat demonstrasi pertama kali terbang pada tahun 2000, dan pesawat versi produksi pertama kali terbang pada 15 Desember 2006.

Program JAST

Program Joint Advanced Strike Technology (JAST) dimulai pada tahun 1993 dari hasil Bottom-Up-Review Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Dragunov Serikat. Departemen Pertahanan juga memutuskan untuk tetap mengembangkan F-22 Raptor yang sewaktu itu kontroversial, membatalkan program Multi-Role Fighter (MRF) dan A/F-X, serta menghentikan pembelian F-16 Fighting Falcon dan F/A-18C/D.

Kantor program JAST dibentuk pada 27 Januari 1994. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pesawat, persenjataan, dan teknologi sensorik yang akan dipakai pada pengembangan pesawat taktis di masa depan. Kemudian program JAST digabungkan dengan program Common Affordable Lightweight Fighter (CALF), membentuk program Joint Strike Fighter (JSF).

Kontrak JSF diberikan kepada Lockheed Martin dan Boeing pada tanggal 16 November 1996. Masing-masing perusahaan diharuskan untuk membuat dua pesawat yang dapat mendemonstrasikan lepas landas dan mendarat konvensional (conventional takeoff and landing, CTOL), lepas landas dan mendarat pada kapal induk, dan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (short-takeoff and vertical-landing, STOVL). Lockheed Martin mengembangkan X-35 dan Boeing mengembangkan X-32.

Pada tanggal 26 Oktober 2001, diumumkan bahwa X-35 Lockheed Martin mengalahkan X-32 Boeing. Petinggi Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Inggris menyatakan bahwa X-35 secara konsisten mengungguli X-32, walaupun keduanya sudah memenuhi syarat.

Penamaan

Lockheed Martin, yang mengembangkan pesawat ini dengan nama "F-24", terkejut ketika mengetahui bahwa pesawat ini akan diberi nama "F-35". Pada 7 Juli 2006, Angkatan Udara Amerika Serikat secara resmi mengumumkan nama F-35, yaitu Lighting II. Nama ini juga dipakai untuk mengenang pesawat sebelumnya, yaitu P-38 Lightning dan English Electric Lightning. Nama lain yang sempat dipikirkan adalah Kestrel, Phoenix, Piasa, Black Mamba, dan Spitfire II. Lighting II juga sempat menjadi nama untuk F-22 Raptor.

Uji Coba

Pada 19 Februari 2006, F-35A pertama dimunculkan di Fort Worth, Texas. Pesawat ini melewati pengetesan darat yang berat di Edwards Air Force Base pada musim gugur 2006. Pada 15 September, pengetesan pertama mesin Pratt & Whitney F135 dilakukan, dan diselesaikan pada 18 September dengan pengetesan afterburner. Kemudian pada tanggal 15 Desember, F-35A melakukan penerbangan pertamanya.

Varian

Program Joint Strike Fighter didirikan untuk mengantikan pesawat tempur lama, dengan biaya pengembangan, produksi, dan operasi yang relatif kecil. Ini dicapai dengan membuat pesawat tempur dengan tiga varian, yang masing-masing memiliki kesamaan 80%. Ketiga varian tersebut adalah:
  • F-35A, Pesawat lepas landas dan mendarat konvensional (conventional takeoff and landing, CTOL) yang akan menggantikan F-16 Fighting Falcon Angkatan Udara Amerika Serikat mulai tahun 2011.
  • F-35B, Pesawat lepas landas pendek dan mendarat vertikal (short-takeoff and vertical-landing, STOVL) yang akan menggantikan AV-8 Harrier II dan F/A-18 Hornet Korps Marinir Amerika Serikat serta Angkatan Laut Italia, dan Harrier GR7/GR9 Britania Raya mulai tahun 2012.
  • F-35C, Pesawat kapal induk yang akan menggantikan F/A-18 Hornet (varian A/B/C/D saja) Angkatan Laut Amerika Serikat mulai tahun 2012.
Spesifikasi (F-35 Lightning II)

Karakteristik umum :
  • Kru: 1
  • Panjang: 51.4 ft (15.67 m)
  • Lebar sayap: 35 ft (10.7 m)
  • Tinggi: 14.2 ft (4.33 m)
  • Area sayap: 460 ft², (42.7 m²)
  • Berat kosong: 29,300 lb (13,300 kg)
  • Berat terisi: 44,400 lb (20,100 kg)
  • Berat maksimum lepas landas: 70,000 lb (31,800 kg)
  • Mesin: 1× Pratt & Whitney F135 afterburning turbofan
    • Dorongan kering: 28,000 lbf (125 kN)
    • Dorongan dengan afterburner: 43,000 (191 kN)Internal fuel:18,480 lb (8,382 kg)
Performa :
  • Kecepatan maksimum: Mach 1.67 (1,283 mph, 2,065 km/h)
  • Jarak jangkau: 1,200 nmi (2,220 km) on internal fuel
  • Radius tempur: 610 nmi (1,110 km) on internal fuel
  • Batas tertinggi servis: 60,000 ft (18,288 m)
  • Laju panjat: classified (not publicly available)
  • Beban sayap: 91.4 lb/ft² (446 kg/m²)
  • Dorongan/berat:
    • With full fuel:0.84;
    • With 50% fuel:1.04 B:
  • g-Limits: 9 g
Persenjataan :
  • Senjata api: 1 × GAU-22/A 25 mm (0.984 in) cannon
  • Rudal:
    • Air-to-air: AIM-120 AMRAAM, AIM-132 ASRAAM, AIM-9X Sidewinder
    • Air-to-ground: AGM-154 JSOW, AGM-158 JASSM
  • Bom:
    • Mark 84, Mark 83 and Mark 82 GP bombs
    • Mk.20 Rockeye II cluster bomb
    • Wind Corrected Munitions Dispenser capable
    • Paveway-series laser-guided bombs
    • Small Diameter Bomb (SDB)
    • JDAM-series
    • A future nuclear weapon
Avionik :
  • AN/APG-81