Showing posts with label Australia dan Oceania. Show all posts
Showing posts with label Australia dan Oceania. Show all posts

Perwira Australia Kagumi Kemajuan Alutsista Indonesia

Parade senjata produksi PT PINDAD. (Foto: Berita HanKam)

10 November 2012, Jakarta: Delegasi Australia mengagumi perkembangan alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia yang cukup pesat. Perwira Siswa (Pasis) Sesko AD dari Australia, Major Jason Hewerdine, saat berkunjung ke Pameran Indo Defence mengatakan ketakjubannya.)

"Merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa bagi saya untuk datang ke pameran ini. Karena selain untuk menambah wawasan tentang perlengkapan militer terbaru, juga khususnya untuk melihat langsung produk-produk teknologi terbaru dari industri pertahanan Indonesia," kata Jason, di Jakarta, Jumat (9/11).)

Kunjungan Jason ke Indo Defence merupakan permintaan dari rekannya di Sesko AD untuk melihat perkembangan teknologi militer terbaru. Tugas sebagai utusan ini diperolehnya berkat pengetahuan Jason yang lebih di bidang arhanud, infanteri, dan kavaleri.)

Sejumlah produk alutsista yang menarik perhatian Jason antara lain senjata laras panjang dan peluru PT Pindad yang kini telah digunakan oleh militer AS sebagai produk unggulan. Dia juga senang saat melihat kendaraan taktis Panser 6x6 Anoa yang sukses menggaet minat Malaysia untuk membeli sebanyak 32 buah.

Jason juga menyatakan apresiasinya terhadap perkembangan alutsista TNI yang dinilainya pascareformasi kian membaik. Ini terlihat dari upaya TNI untuk terus memodernisasi peralatan militernya sesuai dengan tugas pokok TNI untuk mengamankan dan menjaga kedaulatan Indonesia. Pameran yang sudah masuk hari ketiga ini tak hanya menyedot perhatian para pengunjung lokal, pengunjung mancanegara juga bersemangat untuk berkunjung.

Sebanyak 600 peserta pameran dari 42 negara dengan beragam produk mulai dari persenjataan hingga produk-produk pendukung industri pertahanan ini memang dipersiapkan untuk menjamu tamu-tamu baik dari kalangan militer, profesional, bahkan umum. Beberapa industri pertahanan nasional utama di Indonesia ikut ambil bagian memamerkan produk-produknya dalam pameran ini, seperti PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia.

Sumber: Koran Jakarta


HMAS Wollongong-92 Singgah di Denpasar


27 Agustus 2012, Denpasar: Perwira Staf beserta Anggota Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar melaksanakan penyambutan kapal perang Australia HMAS Wollongong-92 yang bersandar di dermaga pariwisata Pelabuhan Benoa Bali, (24/8).

Kedatangan kapal perang Australia tersebut dalam rangka recreational and logistic port visit yang dikomandani oleh Lieutenant Commander Gavin Baker dengan 02 Officer dan 26 Sailor, selama tiga hari Kapal Perang Australia tersebut rencana berada di Bali dan akan bertolak meninggalkan Bali pada hari Senin tanggal 27 Agustus 2012.

Guna mendukung pengamanan kunjungan kapal perang Australia tersebut Lanal Denpasar mengerahkan satu SST untuk pengamanan area dermaga, KRI Weling dan Patkamla Catamaran untuk patroli perairan disekitar tempat sandar .

Sumber: lantamal5


Australia Ubah 12 Super Hornet Menjadi Growler

Gambar artis EA-18G Growler AU Australia.

23 Agustus 2012, Jakarta: Australia mengumumkan membeli sistem anti-peperangan elektronik Growler untuk jet tempur Super Hornet senilai 1,5 milyar Dolar Australia. Akuisisi sistem Growler akan meningkatkan kemampuan Angkatan Bersenjata Australia melakukan jamming sistem elektronik pesawat tempur dan radar darat serta sistem komunikasi.

Sistem Growler mampu juga melakukan misi intelijen, pengawasan dan pengintaian. Amerika Serikat dan Australia saja yang mengoperasikan sistem Growler pada pesawat tempur Super Hornet.

Australia memiliki 24 F/A-18 Super Hornet, dimana 12 unit akan dikonversi menjadi EA-18 Growler.

Pembelian perangkat ini diberdasarkan sistem United States Foreign Military Sales. Growler dijadwalkan dioperasikan 2018.

Sumber: Australia DoD
@Berita HanKam


Badan Kapal HMAS Canberra Diangkut ke Australia

22 Agustus 2012, Jakarta: Menteri Materiel Pertahanan Australia YM Jason Clare mengumumkan badan kapal pertama kapal perang jenis Landing Helicopter Dock (LHD) 01 diberangkat dari Ferrol, Spanyol, Senin (20/8).

Badan kapal LHD 01 diangkut menggunakan kapal kargo MV Blue Marlin menuju Melbourne, Australia.

Perjalanan dari Ferrol ke Melbourne diperkirakan tujuh minggu tergantung kondisi cuaca.

Kapal akan singgah di Port Phillip Bay, Melbourne dan akan melanjutkan perjalanan ke galangan kapal Williamstown untuk pemasangan anjungan serta sistem tempur, komunikasi dan navigasi. Kemudian dilanjutkan dengan uji coba pelayaran.

HMAS Canberra LHD 01 dijadwalkan diserahkan ke Royal Australian Navy (RAN) awal 2014. LHD Kelas Canberra terdiri dari HMAS Canberra LHD 01 dan HMAS Adelaide LHD 02, merupakan kapal perang terbesar yang dioperasikan RAN saat ini.

Panjang kapal 230 meter, tinggi 27,5 meter dan berat 27,500 ton. Kapal dapat mengangkut grup tempur terdiri dari 1100 personil, 100 kendaraan tempur, 12 helikopter dan dilengkapi rumah sakit dengan 40 tempat tidur.



Sumber: Australia DoD
Berita HanKam


Kapal Selam Australia Tenggelamkan Kapal Perang AS di RIMPAC 2012

25 Juli 2012, Hawaii: USNS Kilauea (AE-26) kapal pengangkut amunisi dipensiunkan sejak September 2008, menjadi sasaran tembak torpedo kapal selam kelas Collins HMAS Farncomb pada Latihan Bersama Multinasional Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2012. RIMPAC 2012 diikuti 22 negara, 42 kapal perang dari berbagai jenis, 6 kapal selam, 200 pesawat terbang dan 25,000 prajurit, dimulai 29 Juni hingga 3 Agustus, berlangsung disekitar Kepulauan Hawaii. (Foto: Australia DoD)

Periskope HMAS Farncomb mengintai sasaran USNS Kilauea di Pacific Missile Range Facility (PMRF), Hawaii.(Foto: Australia DoD)

HMAS Farncomb menembakan torpedo Mark 48 ke lambung kapal USNS Kilauea. Kapal terbelah menjadi dua dan tenggelam ke dasar laut sekitar 40 menit kemudian. (Foto: Australia DoD)

Sumber: Australia DoD
@Berita HanKam