Showing posts with label Marinir. Show all posts
Showing posts with label Marinir. Show all posts

Koarmatim Gelar Latihan Operasi Amfibi



27 Maret 2013, Surabaya: Sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III tahun 2013, Koarmatim menggelar Latihan Operasi Amfibi berupa latihan operasi pendaratan peralatan tempur, pendaratan administrasi dan pasukan di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu pagi (27/3). Latihan operasi pendaratan ini melibatkan tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang dimiliki Pasukan Marinir dan kapal perang dari berbagai satuan jajaran Koarmatim. Latihan ini ditinjau langsung oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, Pangkoopsau 2 Marsekal Muda TNI Agus Supriyatna, Komandan Kormar Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Komandan Pasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari S dan Komandan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang Marsekal Pertama TNI Gutomo serta pejabat TNI terkait.

Sebanyak 14 kapal perang dari berbagai satuan dilibatkan dalam latihan ini, antara lain kapal perang dari Satuan Kapal Eskorta, Satuan Kapal Amfibi, Satuan Kapal Cepat, Satuan Kapal Penyapu Ranjau dan Satuan Kapal Bantu, termasuk satu Tim Komando Pasukan Katak dari Satkopaska Koarmatim dan 2 unsur dari Koarmabar.

Korps Marinir TNI AL melibatkan lebih dari 2000 prajuritnya termasuk material tempur yang dimiliki, diantaranya 15 unit BMP-3F, 25 unit BTR-50, 4 unit LVT-7, 6 unit KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Arteleri), 2 unit BVP-2, 4 unit Howitzer 105 mm, 2 unit RM 70 Grad serta 16 perahu karet yang semuanya diangkut oleh KRI Makasar-590, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cenderawasih-533, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Teluk Sabang-544. Untuk kegiatan air surveillance dan medical evacuation exercise dalam latihan ini didukung 3 Helikopter Bell dan 1 Helikopter Bolcow dari Puspenerbal Juanda.

Operasi pendaratan dilaksanakan sebelum fajar nampak di ufuk timur. Tepat jam “J”, Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi Laksamana Pertama TNI Wuspo Lukito, S.E. memberikan taklimat “Daratkan ….Pasukan Pendarat….”. Mendengar perintah tersebut Batalyon Tim Pendarat menindak lanjuti dengan mempersiapkan kendaraan tempur amfibi untuk memulai aksi pendaratan. Persiapan ini didahului dengan keluarnya kendaraan tempur amfibi Marinir berupa tank-tank amfibi dan kendaraan angkut amfibi yang mengangkut peralatan tempur dan pasukan.

Pendaratan amfibi dibagi dalam empat gelombang dengan didahului pasukan pengamanan pantai pendaratan dari Kopaska Koarmatim. Setelah pantai dinyatakan aman, gelombang satu bergerak menuju pantai pendaratan diikuti gelombang berikutnya. Raungan mesin tank-tank tempur menggema memecah kesunyian pagi di pantai Banongan yang masih gelap. Tak lama kemudian terdengar dentuman meriam yang keluar dari senjata Arteleri sebagai bantuan tembakan arteleri dan tembakan dari Howitzer dan Rudal RM Grad 70. Bantuan tembakan ini dari pantai Banongan diarahkan ke sasaran sejauh 14 Km yang berada di daerah latihan tempur Marinir Baluran. Kemudian disusul bantuan tembakan dari udara oleh pesawat tempur TNI AU F-16 dan Sukhoi serta pesawat pembom.



Dentuman meriam dan ledakan bom membahana di wilayah Puslatpur Marinir Baluran. Akhirnya daerah pantai dan sekitarnya berhasil diduduki oleh pasukan Marinir dan dilanjutkan operasi penyerbuan oleh prajurit infanteri marinir karena masih ada perlawanan dari kelompok musuh secara sporadis. Setelah satu jam pelaksanaan operasi pendaratan dinyatakan berhasil, hal ini ditandai dengan telah berhasilnya pendaratan administrasi sebagai akhir dari sebuah operasi pendaratan amfibi.



Latihan operasi pendaratan (Latopsfib) sebagai puncak Latihan Parsial Tingkat III dilaksanakan sebagai upaya peningkatan pembinaan kemampuan dan pembinaan kekuatan, dan untuk menjaga kesiapan tempur Alutsista yang dimiliki serta melatih presonel yang mengawakinya, juga untuk mengukur kemampuan kesatuan dalam mendukung kesiapan tempur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri dari Kapal Perang, Pesawat Udara, Pasukan Marinir dan Pangkalan TNI AL, mengaplikasikan proses perencanaan operasi amfibi dan untuk melatih komando dan pengendalian operasi amfibi yang melibatkan pasukan marinir dalam pelaksanaan manuver lapangan. Latihan Parsial Tingkat III ini merupakan bagian dari persiapan dalam menghadapi latihan Gabungan TNI 2013 yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang.

Selain melaksanakan latihan operasi pendaratan di wilayah pantai Banongan, Koarmatim juga melaksanakan bhakti sosial bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah latihan. Bhakti sosial ini berupa pelayanan kesehatan secara gratis yang ditujukan kepada warga di tiga desa yaitu desa Lesung, Melik dan Sumberejo 1 sebanyak 250 KK. Bhakti kesehatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat, ini dapat dilihat warga sudah nampak berkumpul sejak pagi untuk mendapat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan poli umum dan poli gigi serta pemeriksaan mata yang didukung dari tenaga medis dan dokter dari Dinas Kesehatan Lantamal V dan Dinas Kesehatan Koarmatim.

Sumber: Dispenarmatim


Yonif 10 Marinir Segera Dibentuk di Batam

(Foto: Marinir)

17 Maret 2013, Jakarta: TNI AL akan kembangkan satuan tempur beberapa wilayah tanah air. Hal itu ditegaskan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Marsetio, di sela penganugerahaannya sebagai warga kehormatan Korps Marinir, di Cilandak Jakarta Selatan, Kamis (14/3/13).

“Dalam waktu dekat akan dibentuk Yonif-10 Marinir yang berkedudukan di Pulau Setoko Batam dan Pasmar-3 yang berkedudukan di Sorong Papua”, ujar Marsetio.

Pengembangan satuan-satuan itu adalah untuk mengantisipasi dan menyikapi perubahan paradigma yang terjadi, termasuk mengamankan Selat Malaka dari ancaman prompak,tambah Marsetio.

Diingatkannya pula dengan adanya pengembangan satuan tersebut, seluruh Korps Marinir agar terus berupaya optimal menjaga konsistensi serta meningkatkan kemampuan profesionalisme hingga memenuhi kriteria world class marine.

Selain Kasal Laksamana Dr. Marsetio mendapat kehormatan sebagai warga Korps Marinir yang ke 30, Koptu Mar. Eko Yulianto juga mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa yang diberikan langsung oleh Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio.

Koptu Mar Eko Yulianto merupakan anggota Puskodal Mako Kormar yang beberapa waktu lalu berhasil menggagalkan aksi perampokan sepeda motor di Bekasi.

Sumber: Harian Pelita


Pangarmabar Mendapat Brevet Kehormatan Pasukan Katak

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Arief Rudianto, S.E., berfoto bersama usai mendapat penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak yang dilaksanakan oleh Komandan Komando Pasukan Katak Komando Armada RI Kawasan Barat (Dansatkopaska Koarmabar) Kolonel Laut (P) R. Eko Suyatno dalam upacara di Lapangan Pondok Dayung Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (15/2).(Foto: Dispenarmabar)

18 Pebruari 2013, Jakarta: TIM Pasukan Katak dengan Combat Boat dan dua sea reder melaksanakann penyerangan dan penyergapan terhadap gerombolan kekuatan bersenjata yang berhasil mengendalikan satu pulau kecil salah satu Wilayah NKRI.

Dalam Pendadakan dan penyerangan tersebut mendapat perlawanan dari gerombolan kekuatan bersenjata.

Suara tembakan dan ledakan dari senjata terlihat dalam tembak-menembak di dermaga pulau tersebut.

Dengan kemampuan yang dimiliki tim Pasukan Katak sebagai pasukan elite TNI AL berhasil melumpuhkan para gerombolan bersejata serta menghancurkan markas gerombolan bersenjata.

Penyerbuan tersebut merupakan simulai penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak kepada Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Arief Rudianto oleh Komandan Komando Pasukan Katak Komando Armabar RI Kawasan Barat (Dansatkopaska Koarmabar) Kolonel Laut (P) Eko Rebut Suyatno dalam upacara di Lapangan Pangkalan Angkatan Laut Pondok Dayung Tanjung Priok Jakarta, Jumat (15/1/2013).

Upacara penyematan Brevet Kehormatan Pasukan Katak dengan melibatkan dua kompi Pasukan Katak dengan menampilkan tenu pakaian tempur maupun pakaian Dinas lapangan (PDL) dengan Komandan upacara Kolonel Laut (P) Eko Ribut Suyatno.

Upacara penyematan Brevet Kopaska TNI AL ini dihadiri Laksmana Muda TNI Laksda TNI Herry Setianegara, S.sos, S.H, M.M Kasarmabar Laksma TNI M Atok Urrahman, Dan Guspurla Laksma TNI Tri Wahyudi Sukarno, SE, dan para pejabat Koarmabar.

Sumber: Harian Pelita


Denjaka dan US Navy Seal Gelar Latma Silent Iron 13-1


11 Februari 2013, Surabaya: Komandan Pasmar-2 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana bertindak selaku inspektur upacara mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington pada upacara pembukaan Latihan bersama (Latma) Silent Iron 13-1 di lapangan tembak pistol Jusman Fuger Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (11/02).

Latihan bersama tersebut selain bertujuan untuk mempererat persahabatan juga meningkatkan kerja sama Militer Indonesia dengan Amerika Serikat serta meningkatkan profesionalisme prajurit Denjaka, US Navy Seal dan US Marsoc dalam rangka mendukung tugas pokok satuan.

Dalam amanat Dankormar yang dibacakan oleh Danpasmar-2 menyampaikan, bahwa Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai wilayah laut yang cukup luas serta mempunyai kekayaan alam yang sangat besar di dalamnya dan kondisi ini sangat rentan dari segala bentuk ancaman, baik ancaman potensial maupun faktual, untuk itu diperlukan keberdaaan TNI-AL yang kuat dan professional dalam menghadapi segala bentuk ancaman tersebut.

Pada amanatnya yang lain Dankormar menjelaskan latihan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 11 hingga 28 Pebruari 2013 antara Denjaka dengan US Navy Seals ini adalah salah satu bentuk kerja sama pemerintah Indonesia-Amerika dalam bidang militer yang bersandikan Silent Iron 13-1 dimana latihan ini berbeda dengan Latma yang pernah dilaksanakan sebelumnya baik Maritime Counter Terrorism Operastion (Plash Iron 06-03) maupun Plash Iron 07-03, karena pada Latma ini dillaksanakan latihan yang meliputi dua aspek media laut dan darat.

Hadir dalam acara pembukaan latihan tersebut Para Asisten Kaspasmar-2, Para Dankolak Pasmar-2, Atase US Marine Letkol Avila, Perwakilan Puspenerbal Mayor Laut Rifai dan Perwakilan dari KPLP Bpk. Fourmansyah.

Sumber: Dispenkormar


Satkopaska Koarmatim Latihan MIO di Selat Madura


25 Januari 2013, Surabaya: Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim, berhasil melumpuhkan sekelompok “teroris” yang membajak sebuah kapal di perairan Selat Madura, Jum’at (25/01). Letusan suara tembakan menggema diperairan tersebut, ketika tim Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) Kopaska, yang didukung satu kapal selam KRI Cakra-401 dan kapal patroli cepat KRI Badau-841, mendekat ke kapal sasaran.

KRI Badau-841 dan sebuah kendaraan tempur atas air Combat Boat melakukan manuver dengan kecepatan tinggi untuk mengecoh dan memberikan perlindungan terhadap tim VBSS yang akan boarding ke atas kapal. Teroris menyambut kedatangan mereka dengan tembakan membabi buta. Perhatian musuh terpecah menuju ke kapal-kapal cepat itu, sehingga satu tim VBSS Kopaska bersenjatakan lengkap, dapat melakukan boarding ke atas kapal. Pasukan anti teror itu dipimpin oleh Kapten Laut (S) Bambang, beranggotakan enam orang prajurit Kopaska.


Berhasil naik ke atas kapal, tim VBSS melakukan pergerakan (Ship Movement), untuk menguasai objek vital di kapal. Terjadi kontak tembak antara tim Kopaska dengan sisa-sisa teroris yang menguasai anjungan. Berkat kesigapan prajurit Kopaska, kelompok teroris itu dapat dilumpuhkan.

Beberapa orang teroris tertembak mati dan mengalami luka-luka. Mereka yang selamat langsung ditangani (Personal Handling), kemudian dievakuasi ke darat. Tim anti teror di darat didukung satu unit Chetah, Commob dan motor trail mengevakuasi musuh yang berhasil ditawan oleh tim VBSS.


Operasi tempur laut tersebut, merupakan simulasi pembebasan kapal atau Maritime Interdiction Operation (MIO), yang diselenggarakan oleh jajaran Koarmatim, dengan melibatkan satu kapal selam KRI Cakra-401, satu kapal korvet kelas SIGMA KRI Sultan Hasanudin-366, satu kapal patroli cepat KRI Badau-841, satu tim VBSS dari Satkopaska Koarmatim dengan didukung kendaraan tempur laut Rigid Hul Inflatble Boat (RHIB) berupa Combat Boat dan Sea Rider.

Sumber: Dispenarmatim


Siswa Diktaifib Latihan Para Dasar Static

2 Januari 2013, Sidoarjo: Sejumlah siswa Sekolah Khusus (Sesus) Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Angkatan-39 melakukan persiapan Latihan Teknik (Latek) Para Dasar Static dengan menggunakan pesawat Cassa NC212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, saat, di Lanudal Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu (2/1). Sesus Diktaifib merupakan kawah Candradimuka pasukan khusus Intai Amfibi (Taifib) Marinir, yang mencetak pasukan tempur sebagai garda depan menjaga kedaulatan NKRI. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ama/12)


Ribuan Marinir Lepas Kasal di Surabaya

(Foto: Korps Marinir)

26 Desember 2012, Surabaya: Ribuan prajurit Korps Marinir melepas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno di Kesatrian Sutedi Senaputra Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Rabu.

Pelepasan Kasal yang dilaksanakan dalam Apel Khusus itu berlangsung cukup khidmat dan dihadiri Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, para pejabat teras Mabesal, para Pangkotama TNI AL, dan Ketua Umum Jalasenastri Ny. Lilik Soeparno.

Di depan ribuan prajurit Korps Marinir, Kasal yang kelahiran Surabaya itu mengatakan apa yang dialaminya saat ini mengingatkan dirinya ke peristiwa dua tahun silam, tepatnya 2 Nopember 2010.

"Pada hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah dalam perjalanan pengabdian saya di TNI AL. Pada hari itu dengan rasa bangga, saya diangkat menjadi warga kehormatan Korps Marinir, sebuah Korps yang begitu besar, Korps dengan sejarah pengabdian yang panjang dengan penuh warna," katanya.

Ia mengemukakan pada hari itu sangat bersejarah karena menjadi warga kehormatan Korps Marinir merupakan dambaan dan impian setiap perwira Angkatan Laut.

"Hari ini, saya berdiri di hadapan para prajurit Korps Marinir untuk terakhir kalinya sebagai pemimpin TNI AL, dengan diliputi rasa haru yang mendalam, tiba saatnya di acara parade perpisahan ini, saya selaku pemimpin TNI Angkatan Laut yang sekaligus sebagai warga kehormatan mohon diri dan mohon pamit," katanya.

Secara struktural, semuanya harus berpisah tetapi secara kultural dalam ikatan keluarga Korps Marinir, tentu tidak akan pernah terpisah.

"Selama hayat masih di kandung badan, saya masih tetap sebagai keluarga besar Korps Marinir. Walaupun hanya menjadi warga kehormatan, namun saya merasa menjadi prajurit Korps Marinir sejati," katanya.

Setelah purna tugas kelak, jika Korps memanggil, maka dirinya siap memakai helm, memanggul ransel, mengangkat senjata bersama-sama dengan prajurit Korps Marinir, mendarat di pantai musuh serta mengobrak-abrik pertahanan musuh yang mengancam kedaulatan NKRI, sebagai seorang petarung yang rela mengorbankan jiwa raga demi kejayaan Tanah Air tercinta.

Orang nomor satu di TNI AL itu mengatakan selama memimpin TNI Angkatan Laut telah menyaksikan betapa membanggakan sepak terjang prajurit Korps Marinir yang senantiasa hadir di setiap palagan, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan membawa panji-panji keberhasilan, kiprah yang demikian hebat membuat gentar lawan dan bakal lawan.

"Hasil gemilang dan membanggakan tersebut tentunya tidak terlepas dari kerja keras, keikhlasan dan kebersamaan yang menjadi jatidiri Korps Marinir serta telah terpatri dalam diri prajurit baret ungu. Semuanya melahirkan keyakinan dalam diri saya bahwa Korps Marinir akan mampu menghadapi seberat apapun tantangan tugas di masa mendatang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Laksamana TNI Soeparno menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas loyalitas, dedikasi dan pengabdian serta dukungan yang tulus selama ini.

"Sebelum kaki ini melangkah meninggalkan Ksatrian Marinir Sutedi Senaputra yang penuh wibawa ini, perkenankan saya menyampaikan ungkapan tulus dari jiwa keprajuritan yang telah terpatri selama menjadi perwira Angkatan Laut bahwa kalian adalah prajurit-prajuritku yang sungguh hebat dan mengagumkan, terima kasih atas semianya," katanya.

Setelah Apel Khusus itu usai, acara dilanjutkan dengan tradisi pelepasan. Kasal beserta Ny Lilik Soeparno didampingi Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington dan Ny. Mediastuti Faridz Washington menuju lapangan apel untuk melaksanakan prosesi pelepasan yang diawali dengan pengalungan bunga oleh Putra-putri prajurit Marinir kepada Kasal dan Ny. Lilik Soeparno.

Selanjutnya, Kasal beserta Ny. Lilik Soeparno menaiki BTR-50 dengan dilepas oleh ribuan prajurit Korps Marinir dan Jalasenastri, yaitu melewati lorong yang dibentuk dengan menggunakan kendaraaan tempur milik Korps Marinir dengan diiringi musik dan lagu "Seraut Wajah" dari seniman legendaris Ebiet G. Ade.

Sesampainya di depan ruang VIP Menbanpur-1 Mar, Laksamana TNI Soeparno berkesempatan menuliskan pesan di prasasti, "Teruskan Perjuanganmu, Prajuritku yang gagah Perkasa, Saya Bangga pernah memimpin kalian, Jadilah prajurit Petarung yang Religius dan Humanis".

Setelah menerima cenderamata dari prajurit baret ungu, Laksamana TNI Soeparno dan keluarga berjalan kaki dilepas dengan iringan musik rebana yang melewati lorong ribuan prajurit baret ungu sampai pos penjagaan Ksatrian Sutedi Senaputra Karangpilang.

Sumber: ANTARA News


TNI AL Mekarkan Korps Marinir

Prajurit Marinir TNI AL melakukan Demo perkelahian Sangkur dan Mixed Martial Art Marinir ketika upacara Peringatan HUT ke-67 Korps Marinir TNI AL di Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (22/11). Peringatan HUT Korps Marinir mengambil tema "Dengan semangat pengabdian tanpa batas kita tingkatkan profesionalisme prajurit yang kaya kompetensi serta berkarakter sebagai prajurit petarung yang relegius dan humanis". (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/ed/mes/12)

23 Nopember 2012, Jakarta: TNI Angkatan Laut melakukan pemekaran pasukan Korps Marinir di sejumlah lokasi strategis perbatasan untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Pembangunan kekuatan itu dilakukan di Kep Riau dan Papua.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno mengatakan, presiden telah memerintahkan secara langsung agar ditambah dan dibangun satu batalyon infanteri-10 di Pulau Setoko, Batam.

"Ini adalah salah satu contoh dari wujud kepercayaan pemimpin negara ini kepada Marinir," katanya dalam upacara peringatan HUT ke-67 Korps Marinir di Jakarta, kemarin.

Batalyon tersebut sekarang ini dalam proses penyiapan. Diharapkan tahun depan sudah berdiri dan difungsikan.

Soeparno mengingatkan, kepercayaan ini mahal harganya sehingga harus dilaksanakan dengan baik. Sebab, sekali Korps Marinir kehilangan kepercayaan terhadap tugas yang diberikan, maka kepercayaan itu tidak akan pernah didapatkan kembali.

Selain di Batam, gelar pasukan juga dilakukan di Sorong, Papua. Di sana, kata dia, dibangun satu divisi baru Korps Marinir. "Pemekaran Marinir di Sorong tetap ada brigif. Satu divisi di Sorong," tuturnya.

Untuk memerkuat Korps Marinir, berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) akan didatangkan searah dengan program pembangunan kekuatan pokok minimum (MEF). Selain itu, alutsista lama juga bakal diremajakan. "Akan datang lagi 34 unit tank BMP 3F dalam waktu dekat ini," bebernya.

Sementara itu, terkait HUT Korps Marinir, Soeparno berpesan agar prajurit Marinir terus mengasah naluri tempur. "Pelihara jati diri Korps Marinir sebagai pasukan pendarat amfibi," sebutnya.

Dalam peringatan HUT Korps Marinir, ditampilkan berbagai kendaraan tempur Korps Marinir TNI AL serta berbagai atraksi prajurit. Diantara atraksi prajurit adalah unjuk kemampuan sniper, beladiri militer, serta terjun payung.

Dipertontonkan juga simulasi peperangan dengan menembakkan meriam Howitzer 105 mm. Kemampuan penerbang Angkatan Laut juga diperlihatkan lewat terbang lintas dalam ketinggian yang cukup rendah.

Menurut Kepala Dispen Korps Marinir Letkol Mar Sumarto, dalam upacara itu juga dilaksanakan penyematan Satya Lencana Kesetiaan 24, 16, 8 tahun kepada tiga personel Marinir serta dilaksanakan penyerahan Bendera Unggul Jaya kepada Yonif-1 Mar sebagai Batalyon Infanteri Marinir terunggul tahuq 2012 yang diterima oleh Danyonif-1 Mar Mayor (Mar) Teddy Basuki Bakri.

Adapun alutsista yang dipamerkan antara lain, tank BMP 3F, BVP-2, Meriam RM 70 Grad, Meriam PT 76 M, Meriam Howitzer 105 dan 122, tank LVT 7, dan kendaraan tempur BTR 50 P. "Akhir November (25/11) akan digelar pertandingan tinju amatir Dankormar Cup dan tinju profesional di balai prajurit Cilandak," imbuhnya.

Sumber: Suara Karya


Korps Marinir Siap Mencabik Musuh NKRI

Komandan Upacara Dan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana (kiri) mendampingi Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno (kanan) ketika memeriksa pasukan pada upacara Peringatan HUT ke-67 Korps Marinir TNI AL di Brigif-2 Marinir, Cilandak, Jakarta, Kamis (22/11). Peringatan HUT Korps Marinir mengambil tema "Dengan semangat pengabdian tanpa batas kita tingkatkan profesionalisme prajurit yang kaya kompetensi serta berkarakter sebagai prajurit petarung yang relegius dan humanis". (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/ed/mes/12)

22 November 2012, Sidoarjo, Jawa Timur: Korps Marinir TNI AL berulang tahun ke-67 hari ini. Di seluruh negara Asia, cuma sedikit yang punya korps marinir yang terbukti mumpuni, salah satunya Indonesia, yang dinilai Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Soeparno, selalu menapaki kemajuan dari tahun ke tahun.

Korps itu dikenal secara fisik oleh masyarakat umum dengan ciri baret berwarna merah keunguan dan pola seragam lapangan yang khas. Pasukan marinir merupakan pasukan pendarat dari matra laut ke pesisir daratan yang direbut, memakai berbagai wahana tempur, di antara yang terkini adalah tank amfibi BMP-3F buatan Rusia.

Dalam melaksanakan doktrin perang dan pertempurannya, Korps Marinir TNI AL juga dilengkapi dengan batalion-batalion artileri berat howitzer 155 milimeter dan mortir serta senapan runduk berat 20 milimeter Nechem buatan Afrika Selatan.

Korps Marinir TNI AL --sebagaimana satuan-satuan komando lain TNI-- juga kerap dikerahkan dalam mitigasi bencana dan pengamanan, dalam tugas militer selain perang.

"Korps Marinir TNI AL yang merupakan pasukan ujung tombak pertahanan negara yang siap mencabik-cabik setiap musuh yang mengancam NKRI, selalu ada kemajuan setiap tahun," sesuai sambutan tertulis dalam upacara di Lapangan Apel Detasemen Markas Pasukan Marinir 1 Korps Marinir TNI AL, di Sidoarjo, Kamis.

Peringatan Hari Lahir Korps Marinir ke-67 itu dilaksanakan unit itu dalam upacara militer dengan inspektur upacara Perwira Pembantu Administratif dan Personel Markas Komando Pasmar-1, Mayor Marinir Suwito.

Dalam sambutan itu, Korps Marinir TNI AL diberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas pelaksanaan tugas bagi bangsa dan negara. Pula terhadap insan-insan Korps Marinir TNI AL dan PNS di lingkungan komaando itu, yang telah mendharmabhaktikan diri semaksimal mungkin bagi Tanah Air.

Sumber: ANTARA News


880 Prajurit Marinit Ikuti Latgab TNI 2012

(Foto: Marinir)

12 November 2012, Surabaya: Sebanyak 880 prajurit Korps Marinir TNI AL berangkat untuk mengikuti Latihan Gabungan TNI tahun 2012 di Sangatta, Kalimantan Timur.

Ratusan prajurit itu berangkat menuju lokasi latihan dengan menggunakan sejumlah kapal perang RI (KRI) dari dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Senin (12/11).

Para prajurit Korps Marinir beserta material tempurnya itu berangkat dengan KRI Surabaya-591, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Cendrawasih-543, KRI Teluk Sangkurilang-542, KRI Teluk Penyu-513 dan KRI Pulau Rupat-712.

Selain itu, prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir (Taifib) yang akan melaksanakan Terjun Tempur berangkat bersama prajurit Batalyon 464 Paskhas TNI AU Malang dengan menggunakan pesawat Hercules.

Latihan Gabungan TNI 2012 yang berlangsung hingga 30 November 2012 itu melibatkan 880 prajurit Korps Marinir TNI AL beserta beberapa material tempur yang dimiliki Korps Baret Ungu saat ini.

Material tempur yang dibawa antara lain lima unit BMP-3F, 20 unit BTR-50, empat unit KAPA, empat unit BVP-2, dua unit Roket Multi Laras RM 70 Grad, dan tiga pucuk Howitzer 105 mm.

Sebelum berangkat melaksanakan Latihan Gabungan TNI tahun 2012, prajurit Korps Marinir TNI AL telah melakukan latihan-latihan parsial dengan tujuan agar dalam melaksanakan latihan gabungan TNI dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Latihan-latihan parsial yang telah dilaksanakan prajurit Korps Marinir TNI AL di antaranya menembak Senjata Bantuan Infanteri (Senbanif) di Pusat Latihan Tempur TNI AL, Grati Pasuruhan.

Selain itu, latihan kesenjataan Bantuan Tempur (Banpur) dan latihan kesenjataan Artileri di daerah Karangpilang, latihan mobilisasi udara (Mobud) dan latihan terjun tempur baik terjun siang maupun malam hari di Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda dan Karangpilang, Surabaya.

Latihan dan kesiapan prajurit Korps Marinir itu pun telah diinspeksi oleh Komandan Pasmar-1 Brigjen TNI (Mar) R. Gatot Suprapto mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) Achmad Faridz Washington di Kesatrian Soepraptono, Semarung, Surabaya pada 8 November lalu.

Sumber: Investor Daily


Defile Alutsista Lepas Komandan Korps Marinir

7 September 2012, Surabaya: Sejumlah prajurit Korps Marinir TNI AL melakukan defile material tempur, usai upacara tradisi pelepasan Dankormar, Letjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin, di Bhumi Marinir Karang Pilang Surabaya, Jumat (7/9). Kegiatan tersebut menandai berakhirnya jabatan Letjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin sebagai Dankormar, dan selanjutnya menjabat sebagai Kepala Basarnas. Jabatan Dankormar selanjutnya diemban oleh Brigjen TNI (Mar) A Faridz Washington. (Foto: ANTARA/Eric Ireng/ed/mes/12)


Korps Marinir Lantik 50 Anggota Baru

Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara dipanggul sejumlah prajurit Korps Marinir sesaat upacara penyematan baret ungu Korps Marinir di pantai Pasir Panjang, Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu, (1/8). Setelah upacara pembaretan ini maka 50 prajurit TNI AL yang merupakan siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Angkatan ke-31 Korps Marinir secara resmi berhak menggunakan baret ungu yang menjadi kebanggaan korps sekaligus menjadi keluarga besar Korps Marinir TNI AL. (Foto: ANTARA/ Mar Kuwadi/ss/pd/12)

2 Agustus 2012, Pasuruan: Korps Marinir TNI Angkatan Laut melantik sebanyak 50 orang anggota baru dari siswa bintara prajurit karier yang berhasil menyelesaikan pendidikan berat selama sekitar 6,5 bulan.

Upacara pelantikan dan penyematan baret ungu dipimpin Komandan Pasukan Marinir 1 Surabaya Brigadir Jenderal TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara di Pusat Latihan Tempur Marinir di Pasuruan, Jatim, Rabu (1/8).

Hadir dalam upacara tersebut antara lain Wakil Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal) Brigjen TNI (Mar) Prang Verry Kunto, Komandan Pusat Pendidikan Operasi Laut Laksma TNI Yayat Achmad Hadirat, dan Wakil Bupati Pasuruan Edi Paripurna.

Sebelum resmi dilantik menjadi prajurit Marinir, ke-50 siswa bintara karier tersebut wajib mengikuti pendidikan selama 6,5 bulan, termasuk Pendidikan Komando yang berlangsung tiga bulan.

Pendidikan Komando merupakan tahapan terberat yang harus dijalani calon prajurit Marinir, karena menguji ketahanan fisik, mental, dan inteligensia.

Menurut Komandan Komando Pendidikan Marinir Kolonel Hasanuddin, ada enam tahapan berat yang harus dilewati calon prajurit, seperti tahapan laut, komando, hutan, gerilya, dan lintas medan menempuh rute sejauh 355 km dari Banyuwangi ke Surabaya dengan berjalan kaki memotong empat pegunungan.

"Pendidikan ini wajib hukumnya bagi calon-calon prajurit Marinir, sebelum sah menjadi keluarga besar Korps Marinir dan mengenakan baret ungu," katanya.

Komandan Pasmar-1 Surabaya Brigjen TNI Tommy Basari mengatakan, upacara pelantikan ini merupakan titik awal bagi prajurit untuk memulai proses pengabdian kepada negara dan bangsa melalui Korps Marinir.

"Mulai saat ini, kalian sebagai prajurit Marinir harus menjadi kebanggaan rakyat yang bisa diandalkan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI," katanya.

Sumber: Republika


Korps Marinir Latihan Pendaratan Amfibi di Lampung


17 Juli 2012, Pasewaran : Korps Marinir TNI Angkatan Laut melaksanakan operasi amfibi di Pantai Caligi, Pasewaran Lampung Selatan, Selasa (17/7). Latihan yang melibatkan satu Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasmar-2 tersebut merupakan program latihan Triwulan III Tahun 2012 yang bertujuan untuk membina kemampuan dan kekuatan tempur pasukan pendarat.

Kegiatan diawali dengan Embarkasi pasukan di Dermaga Kolinlamil dengan KRI Banda Aceh, KRI Amboina dan KRI Bone, (16/7). Kemudian melaksanakan lintas laut menuju Daerah Sasaran Amfibi. Keesokan harinya dilaksanakan debarkasi gelombang pendaratan untuk melaksanakan serbuan amfibi ke pantai Caligi yang dikuasai musuh.

Setelah seluruh gelombang pendaratan mendarat, satu peleton peterjun statik melaksanakan penerjunan ke Drooping Zone di pantai untuk mempercepat penguasaan tumpuan pantai. Kemudian pada latihan kali ini dilaksanakan demo penembakan oleh Tank PT.76 dan BMP-3F, disusul penembakan 3 pucuk Meriam 57, 2 pucuk Howitzer 105, 2 roket RM -70 Grad 40. Laras yang masing- masing peluru mempunyai daya hancur 100 m2. Selanjutnya penembakan 2 pucuk Mortir 81, 2 pucuk Mortir 60, serta 2 pucuk sejata mesin berat dan ringan, kemudian ditutup dengan tembakan Bungalor Torpedo untuk membersihkan lapangan ranjau sehingga aman dilalui pasukan.

Pada latihan operasi amfibi yang berkekuatan satu Batalyon Tim Pendarat ini juga mengerahkan material tempur diantaranya 10 Tank PT76, 10 Tank BMP-3F, 10 Ranratfib (Kendaraan Pendarat Amfibi), 18 Perahu Karet, 1 Landing Craft Utility (LCU), 4 Kendaraan Pengangkut Artileri (KAPA), 2 BTR-50P, dan 2 LVT-7A1 serta 3 KRI.

Latihan operasi amfibi tersebut ditinjau langsung Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Alfan Baharudin, Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) A Faridz Wasingthon, Dan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Strurman Pandjaitan dan 4 Perwira Menengah dari Royal Thai Marine serta para pejabat teras Mako Kormar dan Komandan-komandan Kolak Pasmar-2.

Keberadaan perwira dari Royal Thai Marine pada latihan kali ini adalah sebagai peninjau latihan dalam rangka penjajakan latihan bersama antara Royal Thai Marine dan Korps Marinir di waktu yang akan datang.

Sumber: Dispenkormar


Korps Marinir Akan Gelar Latihan Bersama Marinir Thailand

Marinir Thailand saat latihan bersama U.S. Corps Marines pada Cobra Gold 2012. (Foto: U.S. Marine Corps/Lance Cpl. Ronald K. Peacock)

17 Juli 2012, Pesawaran, Lampung: Korps Marinir TNI AL akan menggelar latihan gabungan bersama marinir Kerajaan Thailand di Pantai Caligi Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung.

"Korps marinir merencanakan latihan gabungan bersama Kerajaan Thailand yang dimulai dari datangnya tim peninjau dari anggota marinir Kerajaan Thailand," kata Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Alfan Baharudin saat meninjau latihan pendaratan pasukan marinir, di Pesawaran, Selasa.

Ia mengatakan, tim peninjau datang ke sini untuk melihat kesiapan Korps Marinir TNI AL untuk mengikuti latihan gabungan. Markas Besar TNI kemungkinan segera merencanakan persiapan latihan gabungan tersebut.

"Ini baru sekali terjadi Kerajaan Thailand mengirimkan tim pemantau pada latihan pendaratan sejak tahun 1978 lalu," katanya.

Dalam latihan itu pendaratan itu, Korps Marinir menurunkan 1.735 personel, dan peralatan tempur dalam sesi latihan pendaratan amfibi oleh Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasukan Marinir (Pasmar) II.

Sumber: ANTARA News


Komandan Marinir Korsel Berkunjung ke Markas Marinir

12 Juli 2012, Jakarta: Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin (kanan) berjabat Tangan dengan Komandan Marinir Republik Korea, Lee Ho Yeon (kiri) saat disambut secara Militer di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (12/7). Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat hubungan kerjasama Marinir kedua negara, terutama Korps Marinir TNI Angkatan laut dengan Republic Of Korea Marine yang sudah terjalin baik selama ini. (Foto: ANTARA/Reno Esnir/Koz/nz/12)

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin (kiri) Komandan Marinir Republik Korea, Lee Ho Yeon (kanan) saat mencoba kendaraan tempur tank Ampibi di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (12/7).  (Foto: ANTARA/Reno Esnir/Koz/nz/12)