Showing posts with label TNI AU. Show all posts
Showing posts with label TNI AU. Show all posts

Dihuni Skuadron Baru Dua Lanud Naik Kelas

(Foto: Riau Pos)

3 April 2013, Palembang: "Dua pangkalan udara ,yakni Lanud Pekanbaru, di Riau dan Pontianak, di Kalimantan Barat, akan naik status menjadi kelas A," kata Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia. Kedua pangkalan udara TNI AU itu akan dipimpin seorang marsekal pertama.

Dengan peningkatan status itu, fasilitas pendukung kedua pangkalan udara TNI AU itu akan dipenuhi. Mulai tahun ini, pesawat-pesawat tempur dan transportasi yang baru TNI AU mulai berdatangan.

Pangkalan Udara TNI AU Pekanbaru di Riau, sebagai misal, akan menjadi "sarang" pesawat tempur F-16 blok 15 Fighting Falcon hibah dari Angkatan Udara Pengawal Nasional Amerika Serikat, yang direncanakan jumlahnya 24 unit.

Sementara Pangkalan Udara TNI AU Supadio di Pontianak akan menjadi pangkalan bagi pesawat-pesawat intai tanpa awak (UAV/Unmanned Aerial Vehicle); disebut-sebut buatan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Skuadron UAV yang masih belum diberi nomor dan nama skuadron itu akan bertanggung jawab memonitor perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan perairan sekitarnya. Pangkalan udara di Kalimantan Barat itu sebelumnya juga menjadi sarang pesawat tempur serang ringan Bae Hawk-209.

Dunia berada di Palembang setelah meninjau kesiapan kedua pangkalan udara TNI AU itu menjadi pangkalan baru pesawat-pesawat tempur TNI AU. Supadio dan Pekanbaru ditingkatkan kelasnya karena dinilai sangat strategis.

Sumber: ANTARA News


Jupiter Aerobatic Team Menuju ke Langkawi

Komandan Lanud Adisutjipto melaksanakan Foto bersama sebelum leaving meninggaklkan selter KT 01-Wong Bee, Jumat(22/2) Lanud Adi Sutjipto.

22 Maret 2013, Jogyakarta: Berangkat Dari Pangkalan Udara Adisutjipto, 7 pesawat KT-01 Wong Bee menuju Malaysia. Jupiter Aerobatic Team, yang bermarkas di Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta, jumat pagi (22/3), bertolak meninggalkan Langit Yogyakarta untuk segera unjuk kebolehan tampil di Langkawi International Maritime and aerospace Exhibition 2013, wilayah utara Malaysia.

Dimulai Briefing Penerbangan pagi, yang dipimpin oleh Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Agus munandar, SE, dan Komandan Wing Pendidikan Terbang Kol. Pnb Minggit Tribowo juga menghadirkan seluruh Penerbang JAT serta pihak PLLU, Meteo, Lambangja, Perwira teknik. Breifing terakhir yang membahas teknis penerbangan yang akan dilakukan berlangsung singkat dan diakhiri dengan doa bersama.

Komandan Lanud Adisutjipto dan Komandan Wing Pendidikan Terbang ikut dalam rombongan Tim JAT dengan 7 pesawat tadi. Mulai hari ini hingga 1 April nanti Tim Jupiter akan melaksanakan unjuk kebolehan di negara tetangga. Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar,SE, disela-sela keberangkatan juga menyempatkan diri untuk foto bersama dan dilanjutkan dengan menaiki Cockpit bersama Jupiter 4 Mayor Pnb HS. “Condor” Romas.

Sedangkan 35 Ground Crew dan para pendukung lainnya juga bersama-sama menuju langkawi namun singgah di Lanud Halim Perdana Kusuma sebelum menuju langkawi Malaysia, mengunakan Herkules A-1308 dan A1326.

Dipimpin oleh Flight Leader Letkol Pnb Dedy “Leopard” Susanto, SE, JAT masing-masing diawaki oleh May Pnb Frando marpaung, May Pnb HS. Romas, May. Pnb Marcelinus, May Pnb HM Kisha, Kapt Pnb IB Adi Brata. Menurut rencana JAT akan menampilkan 15 formasi antara lain : Jupiter Roll, Loop, XClover Leap, Mirror, Tango to dan Jupiter Roll back. Hi “G” TurnRoll Slide dan Break Off.

Sumber: Pentak Adisutjipto


KASAU Tinjau Super Tucano


19 Maret 2013, Malang: Sebagaimana biasanya setiap pejabat baru, mengawali tugasnya dengan melihat langsung kesiapan satuan jajarannya. Hal ini dilakukan pula oleh orang nomor satu di TNI AU, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia yakni melakukan kunjungan kerja ke Lanud Abd Saleh pada hari Senin (18/3) yang sebelumnya telah melakukan kuker ke Lanud Iswahjudi Madiun.

Usai melaksanakan kukernya di Lanud Iwj Madiun, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI IB Putu Dunia yang didampingi Asrena Kasau Marsda TNI Ismono Wijayanto dan beberapa Pejabat Mabesau melanjutkan kunjungannya di Lanud Abd Saleh hingga esok harinya, Selasa (19/3).

Kunjungan kerja Kasau diawali dengan menerima laporan Komando dari Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Gutomo, S. IP. di Ruang Bina Yudha yang dihadiri seluruh Pejabat Lanud Abd Saleh beserta Insub. Kunjungan berikutnya, Kasau melihat langsung kesiapan pesawat Super Tucano di Skadud 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh, ke Skatek 022 dan diakhiri di Skadron Udara 32.

Di home basenya pesawat Hercules tersebut, Kasau menyampaikan pesan-pesannya kepada seluruh Perwira TNI AU yang bertugas di Lanud Abd Saleh, agar tetap memotivasi diri untuk tetap bersemangat meningkatkan kinerjanya masing-masing meskipun TNI AU mengalami keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.

Tidak terlalu muluk-muluk yang dipesankan kepada para Perwira tersebut. Marsekal TNI Putu Dunia hanya berharap seluruh anggota TNI AU mau berbuat sedikit kebaikan, karena apabila seluruh anggota melakukan kebaikan untuk TNI AU meskipun sedikit yang dilakukan maka TNI AU akan mengalami kemajuan dari sebelumnya. Akan tetapi juga sebaliknya, apabila seluruh anggota melakukan keburukan meskipun hanya kecil nilainya maka institusi TNI AU akan menjadi buruk dan mengalami kemunduran.

Pesan tersebut tampak seperti “pesan sepele” tetapi sebenarnya besar sekali dampaknya. Hal ini terkait dari fakta yang ada di masyarakat bahwa sebagian besar warga di negeri ini sudah kehilangan rasa kesetiaannya kepada Negara, sehingga tinggal sedikit warga negeri katulistiwa ini yang mau berbuat baik untuk negaranya. Oleh karenanya apabila pesan Kasau ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh maka TNI AU akan mengalami kemajuan dari waktu ke waktu sehingga menjadi Angkatan Udara yang besar, yang selalu diidam-idamkan seluruh bangsa Indonesia.

Sumber: Pentak Abdulrachman Saleh


Sukhoi Sukses Uji Terbang

Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK 2 milik TNI AU saat diturunkan dari pesawat angkut Antonov di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Sabtu (23/2) dini hari. Dari enam pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK 2 pesanan pemerintah Indonesia , dua diantaranya tiba di Lanud Hasanuddin. (Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/ss/mes/13)

6 Maret 2013, Makassar: Test Flight dua Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 TX-3002 dan TX-3001 yang dilaksanakan Senin (4/3) dan Selasa (5/3) oleh Pilot Test Alexander Demchenko dan Pavel dari Rusia berjalan lancar dan sukses, pesawat tempur canggih yang tiba beberapa hari yang lalu di Lanud Sultan Hasanuddin tersebut sebelumnya menjalani perakitan selama satu Minggu di Skadron Teknik 044 oleh Tim Teknisi dari Rusia yang dibantu Teknisi dari Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin.

Sebelum pelaksanaan test flight dua pesawat tempur Sukhoi SU-MK2 yang diparkir di Shelter Skadron Udara 11 Wing 5 yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diawali dengan briefing penerbangan dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, Pilot Test Flight dari Rusia Mr. Alexander Demchenko, Komandan Skadron Udara 11, Petugas PLLU dan Meteo Lanud Sultan Hasanuddin serta Petugas dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Test Flight dua pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2 yang memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin dilaksanakan di area udara Makassar dan sekitarnya, yang disaksikan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim dan beberapa Pejabat dari Mabes TNI Angkatan Udara, Koopsau II serta Lanud Sultan Hasanuddin.

Sumber: Pentak Lanud Sultan Hassanudin


Super Tucano Terus Diuji Coba

(Foto: Pentak Abd Saleh)

5 Maret 2013, Malang: Pesawat Super Tucano milik Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, berfungsi memberikan bantuan serangan udara ke darat (air to ground) dalam setiap operasi penyerbuan maupun perebutan suatu wilayah kekuasaan, maka latihan demi latihan terus dilakukan, agar fungsi utama pesawat ini dapat dimaksimalkan..

Super Tucano terus diujicobakan untuk melakukan pengeboman dengan mengambil lokasi Air Weapon Range (AWR) di Pandanwangi Lumajang Jawa Timur. Latihan ini merupakan upaya perdana, karena di negeri asalnya, pesawat ini belum pernah digunakan untuk melaksanakan operasi pengeboman, selain hanya difungsikan sebagai pesawat latih dasar bagi para calon penerbang. Oleh karenanya, unsur lambangja / safety dalam pelaksanaan uji coba pengeboman ini sangat diperhatikan agar tidak terjadi insiden maupun eksiden.

Terkait dengan latihan tersebut, Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Gutomo, S.IP. didampingi Kadispers Lanud Abd Saleh meninjau langsung latihan Air to Ground Skadron Udara 21 di AWR Pandan Wangi, Lumajang, Jawa Timur dengan menggunakan helikopter Colibri (1/3).

Diawal latihan hari Jum’at (1/3), Pesawat Super Tucano melakukan pengeboman dengan ketinggian 2500 kaki. Selanjutnya pada sorti kedua mencapai ketinggian 10.000 kaki. Sedangkan di sorti ketiga, dengan penerbang Komandan Skadron 21 sendiri Letkol Pnb James Singal, pengeboman dilaksanakan pada ketinggian 8000 kaki dan mengena tepat sasaran.

Dengan latihan pengebomam air to ground ini, diharapan para penerbang semakin profesional dalam melaksanakan pengeboman dari udara ke darat dan dapat mencapai tepat sasaran sebagaimana yang direncanakan, sehingga ke depan semakin siap menghadapi tantangan tugas yang dipercayakan kepadanya. Hal ini dimaksudkan bahwa pesawat yang masih baru ini juga baru pertama kalinya digunakan sebagai pesawat pengebom. Sehingga hal ini merupakan tantangan baru bagi para fighter Skadron Udara 21 untuk mampu memaksimalkan kemampuan Pesawat Super Tucano itu sendiri.

Melihat hasil latihan tersebut, Komandan Lanud Abd Saleh langsung melakukan briefing penerbangan yang dilaksanakan di ruang rapat Skadron Udara 21, dengan dihadiri oleh Kadisops, Kadislog, Kadispers, Komandan Skadron 21 dan para pejabat Skadron 21. Dalam briefingnya, Marsma Gutomo memberikan penekanan, agar para pejabat yang terlibat lebih serius mensikapi latihan tersebut dengan tidak meninggalkan lambangja, sehingga latihan dapat berjalan dengan lancar, aman dan selamat.

Sumber: Pentak Abd Saleh


Empat Mesin Su-30MK2 Tiba di Lanud Sultan Hasanuddin

Pada tanggal 22 Februari 2013 diadakan pasokan dua pesawat Sukhoi SU-30MK2 pertama dan perlengkapannya ke Pangkalan AU Indonesia Sultan Hasanuddin (Makassar, Sulawesi Selatan) dalam rangka kontrak yang ditandatangani JSC “Rosoboronexport” dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada 29 Desember 2012. Saat ini ahli-ahli Rusia sudah memulai pekerjaaan perakitan pesawat-pesawat. Pasokan kedua dan ketiga pesawat-pesawat Sukhoi sesuai dengan kontrak tersebut dijadwalkan akan dirampungkan sebelum Juli 2013. (Foto: Kedubes Federasi Rusia)

28 Februari 2013, Makassar: Setelah badan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK didatangkan langsung dari Rusia, Jumat (22/2/2013) lalu, kini empat mesin pesawat Sukhoi 27/30 dijadwalkan mendarat pukul 22.00 wita, Rabu (27/2/2013) di pangkalan udara Sultan Hasanuddin TNI AU, Mandai, Maros.

Dua dari enam pesawat pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia ini akan memperkuat Skadron Udara 11 Wing 5 lanud Sultan Hasanuddin. Empat mesin pesawat tempur Sukhoi 27/30 diangkut menggunakan pesawat cargo super jumbo AH-124-100 dengan nomor penerbangan RA/82043 yang dibawa pilot Ustelenov.

Pesawat AH-124-100 memiliki panjang badan 68.96 m dan lebar sayap 73.3 m. Serta tinggi 20.78 m, yang membawa empat mesin pesawat tempur SU-27/30 buatan KNAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia.

Pesawat itu take off dari Bandara Dzemgi Rusia Selasa (26/2/2013) lalu, dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia-Bandara Calcutta India dan akan mendarat di lanud Sultan Hasanuddin di Mandai. Kedatangan mesin ini merupakan satu rangkaian tahapan dari kedatangan enam unit Sukhoi SU-30 MK 2 pesanan pemerintah Indonesia buatan Rusia.

Sumber: Tribun Timur


KASAU Pakistan Tawarkan Pelatihan Pilot dan Teknisi



28 Februari 2013, Jakarta: Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan ACM Tair Rafiquie Butt, Kamis (28/1) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kunjungannya ini merupakan bagian rangkaian dari kunjungan resminya kepada Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama pertahanan khususnya kerjasama angkatan udara kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Kasau Pakistan menyampaikan bahwa melalui kunjungan ini pihaknya berharap akan memberikan manfaat dalam meningkatkan hubungan bilateral yang sudah terbina sejak lama. Menurutnya banyak sekali potensi kerjasama yang dapat dilakukan oleh angkatan bersenjata kedua negara.

Diungkapkannya, angkatan bersenjata Pakistan sangat terbuka bagi semua kemungkinan pengembangan kerjasama pertahanan termasuk di dalamnya kerjasama industri pertahanan dalam upaya meningkatkan kemampuan industri pertahanan kedua negara. Selain itu, Kasau Pakistan juga menawarkan kerjasama pendidikan training bagi perwira TNI AU dalam memelihara dan mengawaki pesawat-pesawat tempur.

Sementara itu, Menhan RI Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa dalam rangka meningkatkan kerjasama pertahanan Indonesia - Pakistan diharapkan akan dapat segera dituangkan melalui penandatanganan MoU dalam bidang kerjasama pertahanan. Draft mengenai MoU kerjasama pertahanan kedua negara yang mencakup beberapa aktivitas diharapkan dapat segera tersusun.

Menurutnya, dengan adanya MoU kerjasama pertahanan yang juga mencakup kerjasama pendidikan dan latihan maka otomatis akan memperkuat hubungan baik antara personel TNI dengan personel angkatan bersenjata Pakistan.

Selain itu, menurut Menhan RI peningkatan kerjasama pertahanan juga dapat dilakukan melalui pertemuan rutin tahunan untuk berbagi informasi maupun saling tukar siswa untuk mengikuti pendidikan dan latihan serta pertemuan antara masing-masing petinggi baik angkatan darat, laut dan udara dari kedua negara.

Lebih lanjut Menhan RI mengungkapkan, dalam rangka meningkatkan hubungan pertahanan kedua negara, tahun ini Menhan Pakistan berencana akan melakukan kunjungan ke Indonesia. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan setelah Menhan RI berkunjung ke Pakistan tahun lalu.

Turut mendampingi Menhan RI dalam kesempatan tersebut, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu, Aspam Kasau Marsda TNI Kuswantoro, Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI Hartind Asrin dan Kapuskom Publik Kemhan Brigjen TNI Sisriadi.

Selain kunjungan kepada Menhan RI, Kasau Pakistan yang tiba Rabu (27/2) sebelumnya telah melakukan kunjungan kehormatan kepada Kasau dan Panglima TNI. Selama lima hari kunjungannya di Indonesia, Kasau Pakistan direncanakan akan mengunjungi Lanud Pekanbaru.

Sumber: DMC


Hercules Mendarat Darurat



27 Februari 2013, Malang: Pesawat C-130 Hercules seri 1305 milik Skadron Udara 32 mengalami accident sebelum landing di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 07.00, Wib, salah satu engine sebelah kiri lepas dari pesawat dan terbakar. Pesawat yang membawa 10 orang penumpang berhasil mendarat darurat di runway Lanud Abd. Saleh (27/2).

Untuk mengamankan situasi, Tim Pemadam Kebakaran (PK) Lanud Abd. Saleh segera dikerahkan setelah tower mendapat informasi terjadinya accident. Selanjutnya PK langsung menyiapkan 2 unit mobil PK yang masing-masing ditempatkan diujung landasan. Dengan kesigapan personil crash team, accident dapat dikuasai selama kurang lebih 10 menit.

Para penumpang segera dievakuasi oleh tim SAR setelah pesawat diamankan oleh unsur pengamanan dari Lanud. Para korban dilarikan ke rumah sakit Lanud Abd. dengan 2 buah ambulance milik Rumah Sakit Lanud Abd. untuk mendapatkan pertolongan medis. Berkat kesiapan pasukan operasi dan Crash Team Lanud Abd. Saleh Accident tersebut dapat diatasi dengan cepat dan tepat.

Diantara 10 orang penumpang 7 diantaranya mengalami luka ringan dan berat. Para korban yang telah dibawa kerumah sakit TNI AU Lanud Abd. Saleh menerima pertolongan pertama dari tim medis. Keenam korban yang mengalami patah tulang dan luka ringan dirawat di Rumkit Lanud Abd. Saleh, sementara 1 orang mengalami gegar otak segera dikirim ke Rumah Sakit Tentara Supra Oen Malang yang memiliki fasilitas medis lebih lengkap.

Kejadian diatas merupakan skenario dari Latihan Crash Team dalam rangka Latihan Garuda Perkasa 2013. Latihan Crash Team ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan ketrampilan personil Lanud Abd. Saleh tentang prosedur penanganan accident pesawat dan cara-cara pengoperasian peralatan yang digunakan oleh kesatuan kerja crash team. Latihan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, hal ini dimaksudkan agar setiap personel tanggap dan senantiasa siap melakukan tugasnya dengan benar apabila sewaktu-waktu terjadi emergency pesawat di Lanud Abd. Saleh.

Komandan Lanud Abd. Saleh Marsma TNI Gutomo, S. IP. mengomandoi langsung latihan ini, dan semua personil terbaik menjadi gegap gempita menangani event ini, karena skenario latihan dirahasiakan sehingga semua tim terkait merasakan latihan tersebut seperti penanganan accident yang sebenarnya.

Sumber: Pentak Abdulrachman Saleh


Pesawat Tempur Lanud Iswahjudi Lancarkan Serangan Udara Strategis



28 Februari 2013, Magetan: Setelah melakukan persiapan, tiga flight pesawat tempur dari Lanud Iswahjudi yang terdiri dari dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, dua pesawat tempur F-5 E/F Tiger II dan dua pesawat tempur Hawk MK 53, terbang melaksanakan Operasi Serangan Udara Strategis (OSUS) untuk menghancurkan "center of grafity" kekuatan musuh.

Masing-masing pesawat tempur yang dilengkapi persenjataan berupa bom dan roket tersebut berhasil mengenai target yang telah ditentukan, sehingga kekuatan musuh benar-benar telah lumpuh dan sudah tidak ada kemampuan untuk melakukan perlawanan maupun penyerangan terhadap wilayah NKRI.

Sementara itu sisa kekuatan musuh yang ada, selanjutnya dihancurkan oleh kekuatan pasukan kawan yang telah berada di garis depan pertempuran dan tiga flight pesawat tempur yang telah berhasil menghancurkan obyek-obyek vital kekuatan musuh telah kembali ke pangkalan dan mendarat dengan aman dan selamat di Lanud Iswahjudi.

Dalam pertempuran tersebut terdapat korban dari pihak pasukan kita, sehingga diterjunkan tim SAR untuk mengambil korban serta mengevakuasi dengan heli Colibri ke Lanud Iswahjudi guna mendapat penanganan medis selanjutnya di rumah sakit Iswahjudi.

Hal tersebut merupakan skenario operasi udara dalam latihan hari ketiga Elang Gesit tahun 2013 yang digelar Lanud Iswahjudi. Target penembakan dilaksanakan di ASR Pulung yang diasumsikan sebagai pusat kekuatan musuh. Setelah dilakukan tahapan evaluasi dan konsolidasi serta dinyatakan kekuatan musuh telah dapat dihancurkan, maka operasi udara dinyatakan selesai.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi


Super Tucano Latihan Pemboman Perdana



26 Februari 2013, Malang: Sejak kedatangan empat pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano di Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh tanggal 17 September 2012 lalu, hari ini Selasa (26/2) dilakukan uji coba pengeboman perdana dengan menggunakan bom jenis MK-82 Innert/praktis yang bertempat di Air Weapon Ring (AWR) Pandan Wangi Lumajang Jawa Timur.

Uji coba tersebut dilakukan dalam rangka Latihan Air to Ground Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh dan bertujuan untuk melatih kemampuan seorang pilot pesawat tempur dalam menghancurkan sasaran yang dituju.

Skadron Udara 21 mengadakan latihan pengeboman air-to-ground (udara-ke-darat) bagi penerbang tempur selama tujuh hari, di mulai hari Senin tanggal 25 Februari 2013 hingga tanggal 4 Maret 2013, di Air Weapon Ring (AWR) Pandan Wangi Lumajang.

Latihan ini rencananya akan dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan seluruh penerbang pesawat Super Tucano, karena untuk menjadi penerbang tempur yang handal dan profesional tidak hanya mampu menerbangkan pesawat saja, akan tetapi harus dapat menghancurkan sasaran yang merupakan syarat mutlak harus dikuasai oleh seorang fighter.

Uji coba pengeboman ini dilakukan bersamaan dengan latihan Garuda Perkasa yang merupakan latihan rutin tahunan Lanud Abdulrachman Saleh. Kali ini diasumsikan AWR Pandan Wangi Lumajang sebagai daerah kedudukan musuh yang harus dihancurkan. Oleh karenanya para fighter Super Tucano penuh semangat dalam melaksanakan latihan pengeboman ini dan berusaha untuk tepat mencapai sasaran yang harus dihancurkan.

Sumber: Pentak Lanud Abdulrachman Saleh


Latihan Garuda Perkasa 2013 Dibuka di Lanud Abdulrachman Saleh



25 Februari 2012, Malang: Untuk menguji kesiapan operasional satuan-satuan dijajaran Lanud Abdulrachman Saleh dalam rangka menciptakan kesatuan tindakan untuk merencanakan suatu kegiatan operasi udara maupun dukungan operasi udara, maka dilaksanakan latihan Garuda Perkasa tahun 2013 yang dibuka oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Gutomo, S. IP. bertempat di Taxy Way Lanud Abd Saleh (25/2).

Dalam sambutannya Komandan menyampaikan bahwa, Latihan Garuda Perkasa Tahun 2013 ini merupakan program kerja latihan tahunan dan melibatkan semua unsur satuan dan Staf, dimulai dari menganalisa dan menguji doktrin sampai mengaplikasikan prosedur, mengembangkan taktik dan teknik sistem operasi udara serta pertahanan Pangkalan. Karena sebagai Pangkalan operasi, Lanud Abd Saleh harus selalu berada pada tingkat kesiapan operasional yang tinggi, sehingga apabila setiap saat mendapatkan tugas operasi, akan mampu melaksanakan tugas dengan baik, aman dan lancar.

Latihan Garuda Perkasa tahun 2013 ini melibatkan kekuatan yang meliputi personil, alutsista serta fasilitas dan sarana pendukung. Namun perlu diingat pelibatan kekuatan tersebut tidak akan menghasilkan sesuatu apapun bila tidak diimbangi dengan kesungguhan hati dari seluruh peserta latihan dalam mengerjakan tugas masing-masing, lanjut Komandan. Karena tujuan latihan Garuda Perkasa ini untuk meningkatkan profesionalisme personil Lanud Abd Saleh sebagai bekal dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada Lanud Abd Saleh.

Diakhir sambutannya Komandan Lanud Abd menekankan kepada Komando latihan, pelaku serta seluruh pendukung latihan Garuda Perkasa Tahun 2013, agar serius dalam mengikuti setiap tahapan latihan. “Tunjukkan kemampuan terbaik yang kalian miliki dan laksanakan semua tahapan latihan sesuai skenario latihan yang ada sehingga program Latihan Garuda Perkasa tahun 2013 ini dapat memberikan hasil yang optimal”, penekanan Komandan Lanud pada akhir sambutannya.

Sumber: Pentak Abdulrahman Saleh


F-5 Tiger Akan Menghuni Museum Dirgantara



24 Februari 2013, Yogyakarta: Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, (Muspusdirla) terletak di Pangkalan Udara Adisutjipto itu tersimpan 42 koleksi pesawat terbang. Ke-42 pesawat tersebut tertata dalam dua tempat, yaitu 36 pesawat dalam ruang alutsista dan 6 pesawat lainnya di halaman museum.

Sebentar lagi koleksi pesawat ke 43 segera hadir di Museum Pusat TNI Angkatan udara ini. Lahan museum yang luas telah dibangun shelter seluas 20 x 11 meter, dengan lantai cor dan tahan gempa. Shelter ini berada di halaman museum Dirgantara Mandala bersebelahan dengan pesawat jenis TU-16 buatan Uni Soviet.

Shelter yang diperuntukkan pesawat jenis F-5 ini akan mengisi koleksi pesawat Museum Dirgantara mandala. Pesawat F-5 ini telah bersama mengudara selama 33 tahun yang lalu. Pesawat buatan Amerika ini di produksi oleh Northrop mulai tahun 1960, namun generasi yang digunakan oleh TNI AU F-5 Tiger II.

Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Letkol Sus Drs. Sudarno, di ruang kerjanya, Jumat (22/2). “Selain pesawat tempur “tempo doeloe”, pesawat A-4 Skyhawk yang pernah memperkuat Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 12, sejak tahun 2007 juga menjadi penghuni Museum Dirgantara Mandala. Menurut rencana F-5 Tiger menyusul pada bulan Maret 2013, imbuhnya.

Sumber: Pentak Lanud Adisutjipto


Penerbang TNI AU Latihan Terbang Malam



20 Februari 2013, Palangkaraya, Kalimantan Tengah: Selama dua pekan ini para penerbang tempur Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun, berlatih terbang malam. Profesionalisme pelaksanaan tugas penerbang jet tempur TNI AU itu menjadi tuntutan yang harus diwujudkan.

Penerbangan malam jet-jet tempur dari Skuadron Udara 3, Skuadron Udara 11, dan Skuadron Udara 14, ini juga agar para penerbang tempur itu semakin mahir mengendalikan pesawat-pesawat tempur itu. Siapa yang bisa menjamin pelaksanaan misi tempur cuma terjadi pada siang hari?

Berbeda dengan siang hari, menurut keterangan pejabat TNI AU setempat, di Madiun, Rabu, terbang malam memiliki kesulitan yang lebih tinggi karena hanya mengandalkan instrument yang ada di dalam cockpit.

Sehingga dengan latihan itu, diharapkan para penerbang mampu menyesuaikan keadaan, sehingga keahlian dan kemampuan terbang meningkat.

Terbang malam hari itu program kerja Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahjudi sebagai pangkalan operasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme serta untuk mengantisipasi pelaksanaan tugas dalam segala kondisi.

Komandan Pangkan Udara Utama TNI AU Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, menekankan kepada para penerbang berlatih terbang malam sesuai prosedur dan perhatikan perkembanagan cuaca mengingat saat ini musim hujan, serta tak kalah penting perhatikan keselamatan terbang dan kerja.

Dalam latihan terbang malam tersebut digunakan jenis pesawat F-16 Fighting Falcon, F-5E Tiger II, dan HS Hawk Mk-53 dengan area latihan seperti siang hari yaitu Lanud Iswahjudi-Ponorogo-Tulungagung-Nganjuk-Surabaya-Solo, dan Ngawi, Jawa Timur.

Sumber: ANTARA News


Persiapan Kedatangan F-16 Tim USAF Survei Lanud Iswahjudi



15 Februari 2013, Magetan: Guna mempercepat pencapaian program Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essestial Force/MEF). Tim dari Amerika Serikat, USAF mengadakan survei ke Lanud Iswahjudi terkait hibah pesawat tempur F-16, Selasa (12/2). Tim USAF diterima Langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E.

Pada kesempatan tersebut Danlanud Iswahjudi mengatakan, bahwa hibah pesawat tersebut merupakan bentuk kerjasama dibidang keamanan kawasan dalam kerangka perjanjian kemitraan komprehensif antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat.

Lebih lanjut Marsma TNI Yuyu Sutisna, S.E., menambahkan semoga dengan telah dilakukan survei di Lanud Iswahjudi oleh tim dari USAF, mampu memberikan masukan demi kelancaran pelaksanaan hibah pesawat tempur F-16. Dengan adanya penambahan pesawat tempur F-16 tersebut, mampu menambah kekuatan alat utama sistem senjata TNI khususnya TNI Angkatan Udara serta mempercepat pencapaian Program Minimum Essential Force (MEF), ungkap Marsma TNI Yuyu.

Sementara tim USAF, selama mengadakan survei ke Lanud Iswahjudi akan meninjau Skadron Teknik 042 serta Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Direncanakan pesawat F-16 yang akan dihibahkan sudah ditingkatkan kemampuannya, sehingga pesawat akan mampu terbang dalam kurun waktu sekitar 15 sampai 20 tahun.

Sumber : penlanudiwj


Empat Pesawat Latih Grob Tiba Mei 2013

(Foto: Grob)

12 Februari 2013, Jakarta: Empat dari 18 pesawat latih Grob G-120TP buatan Jerman yang baru dibeli TNI Angkatan Udara akan tiba di Indonesia pada pertengahan Mei 2013. Delapan belas pesawat itu menggantikan pesawat latih AS-202 Bravo dan pesawat T-34C yang selama ini digunakan sekolah penerbang TNI AU.

"Pesawat AS-202 Bravo dan pesawat T-34C akan diganti dengan pesawat latih baru jenis Grob sebanyak 18 Unit," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsdya TNI Ida Bagus Putu Dunia pada upacara serah terima jabatan Komandan Komando Pendidikan TNI AU (Dankodikau) di Yogyakarta, Senin (11/2).

Tongkat komando dan kodikau diserahterimakan dari Marsda TNI Ida Bagus Anom kepada penggantinya Marsma TNI M Nurullah. Upacara sertijab dihadiri, diantaranya Kepala Staf Umum TNI, Marsdya TNI Daryatmo, Wakil KSAU Marsda TNI Boy Syahril Qamar, mantan dankodikau, Ketua Umum PIA Ardhya Garini, Dewi Ida bagus Putu Dunia, Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan II Kodikau, Astuti Nurullah.

KASAU menyatakan kedatangan alutsista baru, seperti Grob G-120TP akan memperkuat Kodikau maupun pertahanan udara. Pengiriman 18 pesawat latih akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2014. "Pengiriman tahap pertama tiba pada pada Mei 2013, ini sebanyak empat unit," kata dia.

Keberadaan pesawat ini juga melengkapi kekuatan pesawat latih KT-1B yang juga dipesan TNI AU dari Korea Selatan. Lima dari 55 unit pesawat yang dipesan itu telah tiba di Tanah Air pada Desember 2012.

Bagus Anom mengatakan TNI AU memilih pesawat Grob karena merupakan pesawat tersebut dinilai yang terbaik untuk sekolah penerbang. Pesawat Grob mampu melakukan manuver yang cukup ekstrem. "TNI AU sebenarnya membutuhkan 24 pesawat Grob untuk sekolah penerbang, tetapi baru dapat dipenuhi 18 pesawat. Kami berharap DPR nanti menyetujui pembelian pesawat lagi," kata Anom.

MEF

KSAU mengatakan pembelian pesawat - pesawat latih ini sesuai dengan rencana strategis TNI dalam memenuhi kekuatan alat uta-ma sistem senjata sesuai program kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF).

"Khusus dibidang pendidikan dan latihan, telah direncanakan untuk menambah dan menggantikan kekuatan pesawat latih yang ada," kata dia.

Seperti pesawat AS-202 Bravo yang digunakan Kodikau telah berusia 30 tahun. "Lembaga pendidikan merupakan ujung tombak dalam peningkatan sumber daya manusia karena dari tempat inilah kualitas sumber daya manusia dihasilkan," kata Dunia.

Karena itu, ia menyatakan, pengembangan lembaga pendidikan menjadi prioritas TNI AU dalam penyusunan kebijakan dan kekuatan matra pertahanan udara. TNI AU harus mampu mengimbangi ataupun mengantisipasi dampak loncatan teknologi terhadap organisasi dan personel yang mengawakinya.

"Soalnya, alutsista modern hanya efektif jika dikelola secara modern, sehingga pola pikir lama harus diubah sesuai dengan kebutuhan alutsista yang ada," jelas KSAU.

Jika pengembangan kemampuan personel AU tidak sejalan dengan tujuan organisasi, itu artinya hasil didik Kodikau kurang memadai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Sumber: Suara Karya


Pangkoopsau II: Dituntut Effisiensi Penggunaan Jam Terbang


11 Februari 2013, Jakarta: Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II, Marsekal Muda TNI Agus Supriatna mengatakan untuk melaksanakan tugas pokok Koopsau II khususnya berkaitan dengan pengoperasian alutsista, dituntut untuk dapat melakukan efisiensi penggunaan jam terbang dengan prioritas kepentingan operasi dan maintaining skill bagi para awak pesawat. Hal ini, diakui Pangkoopsau II, memang sangat dilematis.

Oleh karena itu, dia meminta para komandan satuan jajaran agar harus mengambil langkah-langkah kongkrit, sehingga dengan keterbatasan alokasi jam terbang tidak sampai memengaruhi kemampuan awak pesawat.

“Misi penerbangan harus tetap dapat terlaksana dengan lancar, aman dan selamat. Sasaran akhir bidang operasi dan latihan terlaksana dengan baik serta tercapainya zero accident,” kata Pangkoopsau II, Marsda TNI Agus Supriatna saat membuka kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Koopsau II di ruang rapat Suryadharma, Makoopsau II Makassar, Jumat (8/2).

Rakernis ini berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (8-9/2/2013). Hadir pada acara pembukaan antara lain Kepala Staf Koopsau II, Marsma TNI A. Dwi Putranto dan seluruh Komandan Lanud jajaran Koopsau II beserta para Ketua Pia Ardhya Garini dan Yasarini cabang jajaran Koopsau II. Hadir pula para perwira penghubung atau Liason Officer TNI Angkatan Udara yang berada di Kodam-kodam wilayah jajaran Koopsau II.

Menurut Agus Supriatna, selain sebagai ajang silaturahmi dan koordinasi antara para Komandan Lanud dengan para pejabat Makoopsau II, Rapat Kerja Teknis juga bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran Koopsau II tahun 2012 sekaligus mempersiapkan rencana pelaksanaan program kerja tahun 2013.

Rakernis juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran awal, menerima saran masukan dari satuan jajaran serta menyamakan visi dan misi, persepsi maupun penafsiran terhadap kebijakan pimpinan TNI AU, dalam rangka mendukung dan mensukseskan pelaksanaan tugas pokok TNI AU.

Menurut siaran pers Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau), Rakornis Koopsau II mengangkat tema ”Melalui Rapat Kerja Teknis Koopsau II TA. 2013 Koopsau II Siap Mendukung Komitmen dan Semangat Revitalisasi Alutsista TNI AU Guna Memantapkan Profesionalisme dan Eksistensi Peran TNI AU di Bidang Pertahanan.”

Sumber: Jurnas


F-5 Terbang Kembali Setelah Diperbaiki 10 Bulan


1 Februari 2013, Madiun: Setelah 10 bulan, menjalani perawatan akhirnya pesawat tempur F-5 Tiger II Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi dapat terbang kembali. Pesawat ini sempat digrounded sejak tahun 2012 lalu.

F-5 Tiger merupakan pesawat yang tergolong tua. Si Macan ini mulai memperkuat TNI AU sejak tahun 1980. Jika dihitung, pesawat produksi Northrop Co, Amerika Serikat ini sudah 30 tahun menjaga udara RI.

Pesawat dinyatakan layak terbang setelah menjalani tes flight oleh Komandan Skadron Udara 14 Mayor Pnb M Nurdin, Kamis (31/1). Demikian keterangan pers dari Pentak Lanud Iswahjudi.

Hal tersebut sangat membanggakan terutama bagi para teknisi, sehingga pesawat tempur F-5 dapat bergabung dengan temannya pesawat tempur F-16 Fihting Falcon dan Hawk MK-53, dalam menjaga kedaulatan NKRI.

Tes flight dilaksanakan langsung oleh Komandan Skadron Udara 14 Mayor Pnb M. Nurdin bersama Mayor Pnb Reza Muryadi, di aero drom Lanud Iswahjudi dan dipantau langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna.

Tes flight merupakan tes terbang bagi pesawat terbang setelah menjalani perawatan atau perbaikan karena mengalami kerusakan, sedangkan bagi penerbang yang melaksanakan tes flight adalah penerbang yang telah mendapatkan sertifikasi tes flight.

Sumber: Merdeka


F-16 Uji Coba Bom Anti Personel

Deretan bom produksi dalam negeri. (Foto: Berita Hankam)

30 Januari 2013, Madiun: Guna mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk luar negeri dan sebagai wujud kemandirian terhadap industri pertahanan di tanah air, Dislitbangau mengadakan uji coba bom, dengan menggunakan pesawat tempur F-16/Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, Rabu (30/1).

Uji coba Bom Blast Effect Anti Personel, direncanakan akan berlangsung selama 3 (tiga) hari tersebut diawali dengan paparan dari Dislitbangau oleh Mayor Tek Chaeruman dalam briefing pagi di ruang Tedy Kustari Lanud Iswahjudi, dilanjutkan dengan simulasi pemasangan Bom di pesawat F-16/Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, disaksikan oleh Kadislitbangau Marsma TNI Edy Yuwono, Komandan Wing 3 Kolonel Pnb Tedy Rizalihadi, beserta Tim penilai lannya.

Dalam kesempatan tersebut Kadislitbangau, Marsma TNI Edy Yuwono, mengatakan, uji coba Bom ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan Alutsista negara produsen dari luar negeri, dan sesuai keinginan pemerintah mengenai kemandirian dalam produksi alat pertahanan dalam negeri, Dislitbangau sebagai Balakpus Mabes TNI AU telah melaksanakan beberapa kegiatan penelitian dan pengembangan khususnya di bidang Alutsista.

“Dengan ketersediaan Alutsista produksi dalam negeri yang memadai, dan tidak tergantung dengan negara produsen maka kemampuan operasional TNI Angkatan Udara dalam mempertahankan kedaulatan NKRI dapat terlaksana dengan baik”, ungkap Marsma TNI Edy Yowono.

Sementara di hari kedua tanggal 31 Januari, direncanakan dilaksanakan uji coba Bom dengan menggunakan pesawat tempur F-16, sedangkan sasaran pengeboman di Air Weapon Ring (AWR) Pandanwangi Lumajang, Jawa Timur, selanjutnya hari ketiga evaluasi terhadap hasil uji coba bom oleh Tim penilai yang telah ditunjuk.

Bom dengan berat 250 kilo gram, tersebut dirancang khusus untuk menghasilkan serpihan yang disesuaikan dengan sasaran, dibuat oleh Dislitbangau bekerjasama dengan Dewan Riset Nasional (DRN). Sedangkan Tim penilai dalam uji coba tersebut diantaranya Staf dari Srenaau, Sopsau, Slogau, Disaeroau, Dislambangjaau, Koharmatau, dan Depohar 60 Lanud Iswahjudi.

Sumber: PUSPEN TNI


Super Tucano Latihan Terbang Malam

(Foto: Pentak Lanud Abd. Saleh)

30 Januari 2013, Malang: Dalam waktu seminggu ini langit Malang Raya diwarnai gemuruh pesawat Super Tucano yang tengah melaksanakan operasi Latihan Terbang Malam. Bagi setiap Pilot terutama Pilot Tempur, kemampuan dan keahlian terbang malam harus betul-betul dikuasai dengan baik. Hal ini terkait dengan keberadaan Penerbang Tempur yang harus siaga setiap saat menerima tugas Pimpinan Atas untuk mengamankan wilayah NKRI. Rabu, (30/1).

Perintah Komando Atas ini tidak selalu diberikan pada siang hari, akan tetapi bila tengah malam perintah itu diturunkan, maka para Penerbang yang bertugas mengawal wilayah Dirgantara Nasional tersebut harus siap melaksanakan tugasnya. Oleh karenanya operasi Latihan Terbang Malam ini menjadi penting dan harus dilaksanakan dengan serius tanpa mengabaikan safety factor.

Kegiatan latihan operasi terbang malam yang digelar ini, bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme baik skill (keahlian) maupun kemampuan terbang para penerbang dan seluruh crew pesawat dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain, baik yang datang pada siang hari maupun pada malam hari. Sedangkan bagi para penerbang tempur Skadron Udara 21 sendiri, meskipun terbang malam bukan merupakan sesuatu yang baru, namun latihan secara berkala harus dilakukan mengingat pelaksanaan terbang malam lebih sulit di banding terbang pada siang hari. Pada terbang mala mini seorang Pilot hanya mengandalkan instrument didalam kockpit disamping visual dengan alat bantu lampu penerangan yang ada di dua sisi landasan. Untuk itu para penerbang dituntut lebih teliti dan hati-hati dalam menerbangkan pesawat serta melakukan manuver-manuver tertentu.

Sebagai satu-satunya Skadron Udara yang mengawaki pesawat tempur di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Skadron Udara 21Lanud Abd Saleh harus siap operasional dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara. Selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya, tentunya kesiapan seluruh komponen pendukung harus tetap terjaga termasuk para crew pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi udara yang dilaksanakan, demikian disampaikan Danskadud 21, Mayor Pnb James Yanes Singal di sela-sela latihan terbang malam yang digelar Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh.

Sumber: Pentak Lanud Abd. Saleh


TNI AU Kekurangan Calon Penerbang

(Foto: Pentak Lanud Adisutjipto)

25 Januari 2013, Jakarta: Di tengah minimnya penerbang di internal TNI, sebanyak 16 calon perwira penerbang baru siap dilatih menjadi penerbang andal. Penerimaan perwira penerbang TNI ini diarahkan untuk dapat mengisi atau mengawaki alat utama sistem senjata (alutsista), yaitu pesawat-pesawat TNI, baik fix wing maupun rotary wing/helikopter.

"Sebanyak 16 calon penerbang dinyatakan lulus dan satu orang dinyatakan gagal karena tak memenuhi syarat," kata Asisten Personel Panglima TNI, Marsda TNI Bambang Wahyudi, selaku Ketua Panitia Pusat Penerimaan Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI, di Jakarta, Kamis (24/1).

Bambang menyatakan calon perwira penerbang TNI yang lulus nantinya akan disiapkan dan diharapkan menjadi penerbang-penerbang andal TNI. Oleh karena itu, TNI sangat berkepentingan mencari sumber daya manusia yang berkualitas dari proses rekrutmen ini. Sebanyak 16 calon penerbang itu ditentukan dalam rapat rapat sidang Panitia Penentu Terakhir (Pantukhir) tahap dua calon perwira PSDP Penerbang TNI yang bertempat di Wing Pendidikan (Wingdik) Terbang Lanud Adisucipto, Yogyakarta.

Sumber: Koran Jakarta