Showing posts with label Latma. Show all posts
Showing posts with label Latma. Show all posts

TNI AL dan USPACOM Gelar Carat 2013

Korvet SIGMA KRI Sultan Iskandar Muda (SIM 367), LPD KRI Banda Aceh (BAC 593) dan cutter USCGC Waesche (WMSL 751) latihan formasi di Laut Jawa saat CARAT 2012. (Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 3rd Class Gregory A. Harden II/Released)

3 April 2013, Jakarta: TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat (United Statis Pasific Command/USPACOM) dalam waktu dekat akan menggelar latihan bersama dengan nama sandi latihan Carat 2013 (Cooperation Afloat Readiness and Training 2013). Latihan ini dalam kerangka kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

Dalam laporan kesiapan yang dipaparkan oleh Kolonel Laut (P) Deny Septiana, S.Ip selaku Komandan Satgas yang juga menjabat Komandan Satuan kapal Patroli Armabar kepada Wakil Asisten Operasi Kasal (Waasops Kasal) Laksamana Pertama TNI Arie H. Sembiring di Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2013), bahwa latihan akan dilaksanakan menjadi dua tahap, yaitu tahap pangkalan yang meliputi kegiatan simposium, pelatihan, olah raga persahabatan dan interaksi sosial melalui pertunjukan musik, dan kunjungan ke Sekolah Dasar di wilayah Jakarta Utara, serta tahap laut yang meliputi kegiatan latihan tempur kapal di perairan Laut Jawa dan latihan Marinir di daerah latihan Koprs Marinir, Antralina, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. “Latihan bersama nantinya akan dilaksanakan kurang lebih selama sebelas hari, dan melibatkan pasukan elit kedua negara serta kapal perang termasuk kapal selam,” kata Dan Satgas.

Waasops Kasal Laksamana Pertama TNI Arie H. Sembiring pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa latihan ini digelar guna meningkatkan kerja sama internasional khususnya dibidang pertahanan, antara Angkatan Laut kedua negara dalam menambah profesionalisme prajurit, dihadapkan pada perkembangan tuntutan dan dinamika tugas ke depan yang semakin kompleks, khususnya terkait masalah keamanan di wilayah perairan.

Materi latihan yang akan diaplikasikan diantaranya peningkatan kemampuan teknis dan taktis pada pelaksanaan Operasi Militer Perang (OMP), peningkatan kemampuan teknis dan taktis pada pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), dan pelaksanaan simposium tentang perkembangan teknologi alutsista masa kini. Sedangkan lokasi latihan yang digunakan adalah wilayah Jakarta dengan pos Komando di Mako Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), perairan Tanjung Priok hingga Kepulauan Seribu, serta Tanjung Pasir, Tangerang, Provinsi Banten.

Sisi sentuhan di bidang kemasyarakatan pada latihan bersama ini adalah akan laksanakan kegiatan bakti sosial dan pembangunan, antara lain rumah tahan gempa yang dibangun di daerah Tanjung Pasir, Tangerang, Provinsi Banten, sedangkan pada sisi teknologi militer adalah berupa uji coba pengoperasian/penerbangan pesawat tanpa awak milik US Navy.

Sumber: Dispenal


Kopaska dan USN Seal Latihan Pertempuran Jarak Dekat



18 Maret 2013, Jakarta: Dalam rangka meningkatkan ketajaman profesionalisme prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut dan menguji kemampuan individu maupun tim serta memantapkan standar operasi prosedur (SOP) di lapangan, prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut melaksanakan latihan Close Quarter Combat (CQC) bersama dengan US Navy Seal di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/3).

CQC adalah merupakan pertempuran yang dilakukan dalam jarak dekat atau di dalam ruangan yang bersifat agresif, dadakan, surprise dan Selektif Fire. Kegiatan latihan yang dilaksanakan antara pasukan khusus Angkatan Laut dari Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tersebut dalam rangka latihan bersama dengan sandi “Flash Iron 13-01 Joint Combined Exchange Training (JCET)”.

Kegiatan latihan bersama tersebut, ditinjau secara langsung oleh Wakil Komandan Komando Latihan Komando Armada RI kawasan Barat (Wadan Kolatarmabar) Letkol Laut (P) I.G.P Aswan Candra selaku Tim evaluasi latihan.

Sumber: Dispenarmabar 


Kopaska dan USN Seal Gelar Flash Iron 13-01


13 Maret 2013, Jakarta, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut, bersama US Navy Seal, menggelar latihan bersama Flash Iron 13-01 Joint Combined Exchange Training (JCET). Latihan pasukan khusus Angkatan Laut dari Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tersebut direncanakan berlangsung 21 hari, mulai 13 Maret hingga 2 April 2013, di Markas Komando (Mako) Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), Pondok Dayung, Jakarta Utara.

"Latihan bersama ini merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks," ujar Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Arief Rudianto, S.E., dalam amanatnya pada upacara pembukaan Flash Iron 13-01 JCET di yang dibacakan Komandan Komando Latihan (Dankolat) Koarmabar Kolonel Laut (P) Yudo Margono di Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (13/3).

Latihan bersama melibatkan dua tim dari Satkopaska Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), dua tim dari Satkopaska Koarmabar dan satu tim dari US Navy Seal. Materi yang diujikan, meliputi teknis, taktis dan manuver di lapangan menggunakan metode latihan teori, drill dan praktek di lapangan dengan sifat latihan satu pihak dikendalikan.

Menurut Pangarmabar, perkembangan dinamika di lapangan sangat cepat bila dikaitkan dengan tingkat kompleksitas tugas dan tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Laut. Oleh karena itu, keberhasilan tugas dan latihan bersama ini akan terkait erat dengan semangat, dedikasi, kekompakan dan rasa kebersamaan yang mendalam dari semua prajurit.

Sasaran yang akan diwujudkan pada latihan kali ini, adalah untuk meningkatkan ketajaman profesionalisme prajurit Satkopaska TNI Angkatan Laut dan US Navy Seal. Oleh karena itu, latihan bersama tersebut dilaksanakan untuk menguji kemampuan individu maupun tim serta memantapkan standar operasi prosedur (SOP) di lapangan.

"Jenis dan beban materi latihan telah disusun secara bertahap, berlanjut dan berkesinambungan, agar hasil latihan dapat dijadikan sebagai landasan untuk latihan berikutnya," jelas Pangarmabar.

Lebih lanjut Pangarmabar mengatakan, para penyelenggara latihan baik pelaku, pelatih maupun pengawas dan pengendali latihan harus memiliki kesamaan persepsi, rencana latihan jangka panjang serta sistem, dan metode latihan yang tepat bagi Kopaska dan US Navy Seal sehingga akan terbentuk suatu tim yang solid.

Diakhir amanatnya Pangarmabar menekankan kepada para Perwira Pelaksana beserta seluruh staf dan pelaku latihan untuk selalu menjaga keamanan baik personel maupun materiil dengan selalu mengacu pada standar prosedur keselamatan latihan.

Sumber: Koarmabar


TNI AL dan ATLDB Gelar Latma Helang Laut 2013


4 Februari 2013, Surabaya: Kepala Staf Koarmatim (Kasarmatim) Laksamana Pertama TNI Darwanto, S.H, M.A.P membuka secara resmi Latihan Bersama (Latma) antara TNI AL dan AngkatanTentara Laut Diraja Brunei (ATLDB) di gedung Pusat Latihan Kapal Perang (Puslatkaprang) Kolatarmatim, Senin (04/02). Latihan bilateral ini menggunakan sandi Helang Laut 14A/13.

Acara dihadiri Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Danguspurlaarmatim) Laksamana Pertama TNI Arie Soedewo, Para Kasatker Koarmatim, serta utusan Delegasi dari ATLDB yang dipimpin Letkol (L) Pengiran Mohammad Bin Pengiran HJ Damit, Komandan Kapal Diraja Brunei (KDB) Darulaman, Komandan KDB Berkat, dan seluruh peserta Latma dari kedua Negara.

Latihan Bersama Helang Laut adalah latihan yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Laut dan Tentara Laut Diraja Brunei yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas dan memelihara serta menjaga kesiapsiagaan prajurit. Dengan Latihan ini diharapkan juga akan meningkatkan saling pengertian serta hubungan baik antara Angkatan Laut kedua negara.

Dalam sambutannya yang dibacakan Kasarmatim, Pangarmatim menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah sebagai dua negara yang bertetangga baik dalam naungan komunitas ASEAN, Indonesia dan Brunei Darussalam sangat menyadari pentingnya memelihara dan meningkatkan hubungan baik antara kedua negara. Hubungan baik tersebut dapat dilihat dari adanya berbagai kerja sama, khususnya di bidang militer guna membahas berbagai aspek dan menganalisa masalah keamanan untuk kepentingan bersama, saling tukar informasi tentang profesionalitas dan bentuk kerja sama lainnya.

Pangarmatim juga menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjaga hubungan baik sehingga dapat menciptakan hasil yang optimal dan meningkatkan kerja sama antar kedua negara, khususnya bagi TNI Angkatan Laut dan Tentara Laut Diraja Brunei. Menyadari bahwa stabilitas keamanan maritim di wilayah kedua negara adalah salah satu tujuan bersama, maka kerja sama antara angkatan laut kedua negara harus diperkuat dan latihan ini dapat menjadi salah satu cara untuk mencapai hasil yang optimal.

“Latihan bersama Helang Laut 14A/13, harus dilaksanakan dengan serius dan fokus untuk meningkatkan profesionalitas sesuai tugas sebagai angkatan laut guna menjaga dan melindungi negara kita”, kata Pangarmatim.

Rangkaian kegiatan latihan dilaksanakan selama tiga hari (4 - 6 Februari 2013). Kegiatan pada tanggal 4 Februari 2013 meliputi diskusi taktik (Experience Sharing) bertempat di KRI Sultan Hasanuddin-366 dan briefing skenario latihan di ruang Tactical Floor Game (TFG) Puslatkaprang Kolatarmatim. Selanjutnya tanggal 5 dan 6 Februari 2013 pelaksanaan latihan Command Post Exercise (CPX) di ASTT Kobangdikal yang meliputi Tactical Manuvra (Tacman), Surface Raid Reporting Exercise, Air Raid Reporting Exercise, Sub Surface Raid Reporting Exercise, Multi Threat Raid Reporting Exercise dan Blue Red Force (Encountering) Exercise.

Sumber: Dispenarmatim


TNI AL dan US Navy Akan Gelar Latma Peperangan Ranjau


21 Januari 2013, Surabaya: Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim ) akan menggelar latihan bersama peperangan ranjau Mine Exercise ( MINEX) / Explosive Ordonance Disposal Exercise (EODEX) tahun 2013 dengan Angkatan Laut Amerika (US Navy). Rencana latihan bersama dibahas dalam rapat di Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmatim, Senin (21/1). Joint MINEX – EODEX 2013, merupakan latihan bilateral antara TNI Angkatan Laut dengan US Navy yang dilaksanakan setiap tahun sekali.

Rapat perencanaan dipimpin oleh Komandan Satuan Kapal Ranjau Koarmatim Kolonel Laut (P) Benny Sukandari, dan dihadiri oleh peserta latihan dari Satkopaska Koarmatim, Dislambair Koarmatim, Diskes Koarmatim personel Kapal Perang Republik Indonesia ( KRI ) dan tim pendukung lainnya.

Rencananya gladi peperangan ranjau tersebut akan dilaksanakan tanggal 18 sampai dengan 27 Februari 2013, bertempat di Surabaya dan perairan Pasir Putih, Situbondo Jawa Timur. Penyelengaraan latihan dilaksanakan empat tahap yaitu, tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran.

Tujuan dari latihan bersama bilateral tersebut untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan kerja sama, interoperabilitas serta kesepahaman bersama antara TNI AL dan US Navy khususnya mengenai peperangan ranjau serta pertukaran informasi tentang kemampuan, perkembangan teknologi dari masing-masing negara.

Adapun sasaran latihan yaitu memperkuat hubungan antar kedua angkatan laut melalui latihan bersama dan interaksi sosial, meningkatkan interoperabilitas dan pemahaman doktrin peperangan ranjau antara TNI-AL dan USN, Memadukan presepsi dalam pelaksanaan penyebaran ranjau, pemburuan ranjau, penyapuan ranjau dan EOD.

Sumber: Dispenarmatim


TNI AL dan TLDM Gelar Latma Malindo Jaya 22AB/12

Kapal perang Malaysia KD Selangor-176 dan KD Mahawangsa-1504 saat merapat di dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/11). Kedatangan kedua kapal perang TLDM tersebut disambut Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar Kolonel Laut (P) David Santoso selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Latihan bersama Malindo Jaya 22AB/12. (Foto: Dispenarmabar)

19 November 2012, Jakarta: TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar latihan bersama (Latma) dengan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) dengan sandi Latma Malindo Jaya 22AB/12.

Latma Malindo Jaya 22AB/12 adalah bentuk latihan bersama antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) dalam rangka peningkatan kerja sama dan hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam kemampuan operasi dan kesiapan unsur-unsur TNI AL dan TLDM untuk menghadapi ancaman di laut.

Latihan bersama ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme angkatan laut kedua negara, sekaligus juga digunakan sebagai tolak ukur kemampuan masing-masing Angkatan Laut terutama dalam bidang operasional dan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi baik dalam bidang persenjataan maupun piranti lunak pendukung latihan. Selain itu sebagai salah satu upaya untuk menyamakan persepsi dan tidakan dalam penanganan tindak kejahatan di laut khususnya yang terjadi di wilayah perairan masing-masing negara di Selat Malaka.

Dalam latihan bersama antara TNI AL dan TLDM tersebut akan dilatihkan beberapa materi diantaranya kemampuan mengaplikasikan dan mengembangkan dokrin, taktik dan prosedur operasi laut bersama khususnya prosedur pemeriksaan (boarding party) serta komando pengendali dan kerja sama secara taknis antar unsur TNI AL dan TLDM.

TNI AL pada pelaksanaan Latma Malindo Jaya 22AB/12 ini melibatkan unsur dua KRI dari jajaran Koarmabar yakni KRI Lemadang-632 dan KRI Clurit-641 yang sehari-harinya kedua kapal perang tersebut berada dibawah pembinaan Sutuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar serta Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmabar. Sedangkan TLDM melibatkan dua kapal perang yakni KD Mahawangsa-1504 jenis kapal pendukung dan KD Selangor-176 jenis kapal patroli lepas pantai serta Pasukan Khas Laut (Paskal).

Latma Malindo Jaya 22AB/12 akan dilaksanakan mulai tanggal 19 sampai dengan 26 November 2012 di Jakarta, yang tahap pelaksanaannya dibagi menjadi tiga tahap yaitu tahap latihanan di pengkalan, tahap manuver laut dan tahap pengakhiran. Tahap pangkalan meliputi kegiatan serimonial yaitu upacara pembukaan, kunjungan kehormatan (courtesy call) dan resepsi, sedangkan kegiatan latihan melliputi pertukaran materi keangkatanlautan, paparan OCS, diskusi dan Table Top Game (TTG), latihan bersama antara Satuan Komando pasukan Katak (Satkopaska) TNI AL dengan Pasukan khas laut (Paskal) TLDM serta kegiatan olah raga bersama.


Sumber: Dispenarmabar


Ikuti Latma Elang Indopura Enam F-5 RSAF Mendarat di Lombok

F-5 RSAF saat mengikuti latma dengan RAAF. (Foto: Australia DoD)

12 November 2012, Mataram: Dalam rangka latihan bersama Elang Indopura antara TNI AU dan Republic of Singapore Air Force (RSAF), 6 pesawat F-5 milik RSAF mendarat untuk pertama kalinya di Bandara Internasional Lombok (BIL), tepat pukul 13.16 Wita. Senin(12/10).

Kedatangan rombongan RSAF ini disambut langsung Komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Ridha Hermawan dengan diiringi kesenian tradisional khas Lombok gendang beleq dan juga Putri Dirgantara Lombok.

Kedatangan rombongan RSAF ini menandai dimulainya Latihan Bersama antara TNI AU dan RSAF yang rencananya akan digelar mulai tanggal 12 – 30 November 2012, Latihan bersama ini sudah berjalan selama 32 tahun, dan kali ini Latihan bertempat di Bandara Internasional Lombok dengan Lanud Rembiga sebagai pendukung operasinya.

Latihan bersama antara TNI AU dan RSAF kali ini terdapat dua latihan yaitu Latma Elang Indopura dan juga Latma Camar Indopura dimana melibatkan pesawat-pesawat patroli maritime dari TNI AU dan RSAF.

Latma Elang Indopura ini sendiri merupakan salah satu bentuk latihan bersama antara TNI AU dengan RSAF yang difokuskan pada teknik tempur dengan melibatkan pesawat-pesawat tempur dari angkatan udara kedua Negara dan sebagai langkah awal kerjasama dan persahabatan antara Angkatan Udara Indonesia dan Singapura serta guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel angkatan udara kedua Negara dalam melaksanakan operasi udara bersama, dalam rangka menanggulangi kemungkinan adanya gangguan keamanan di wilayah perbatasan kedua Negara.

Sedangkan Latma Camar Indopura merupakan latma antara TNI AU dan RSAF dalam bidang operasi udara guna meningkatkan kerjasama dalam pengamanan wilayah laut kedua Negara dengan menggunakan pesawat patroli maritime, selain itu latma ini juga melaksanakan pengamatan dan penanggulangan Illegal Logging, illegal fishing maupun lintas batas yang berdasarkan pada penyamaan persepsi tentang Standard Operating Procedure For Maritim Surveillance.

Sumber: TNI AU


Indobatt dan FCR Latihan Bersama

Prajurit TNI yang tergabung dalam Indonesian Batallion (Indobatt) bersama beberapa prajurit Force Commander Reserve (FCR) Perancis dan Staf Kesehatan Markas UNIFIL, melaksanakan evakuasi korban anggota UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) ketika menguji Standar Operasional Prosedur (SOP) pada latihan bersama di Compound Perancis, Lebanon, Minggu (21/10). SOP baru yang diujikan ini merupakan pembaharuan dari SOP Casevac yang telah ada sebelumnya, dimaksudkan untuk meningkatkan evektivitas, efisiensi, dan waktu respon (respon time) pada saat terjadinya kecelakaan/accident di lapangan yang membutuhkan evakuasi segera. (Foto: ANTARA/Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi/HO/Koz/Spt/12)

22 Oktober 2012, Lebanon: Tim Patroli Indobatt, yang dipimpin Lettu Inf Kukuh, terkena ledakan roadside bomb saat melaksanakan patroli kendaraan di jalan menuju Markas FCR Perancis UN Posn 9-10, dari kejadian tersebut satu kendaraan tempur yang digunakan rusak parah, dan dua orang terluka.

Satu orang luka parah mengalami luka bakar dan pendarahan di perut serta luka di beberapa bagian tubuh, korban di evakuasi dengan Helikopter ke Level III Hospital Naqoura, sedangkan satu orang mengalami luka sedang, patah tulang pada kaki kanan dan luka di beberapa bagian tubuh di evakuasi ke Level II Hospital Chinmedcoy Sektor Timur.

Menurut Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL Lettu Inf Suwand, peristiwa tersebut bukanlah kejadian sebenarnya, ini merupakan skenario latihan gabungan yang dilaksanakan prajurit Indonesian Batallion (Indobatt) bersama dengan prajurit Force Commander Reserve (FCR) dari Perancis dan Staf Kesehatan Markas UNIFIL, dalam rangka menguji penetapan SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan evakuasi korban anggota UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), latihan dilaksanakan di Compound Perancis, Minggu (21/10).


"SOP baru yang diujikan ini merupakan pembaharuan dari SOP Casevac yang telah ada sebelumnya, dimaksudkan untuk meningkatkan evektivitas, efisiensi, dan waktu respon (respon time) dari pihak-pihak yang tekait pada saat terjadinya kecelakaan/accident di lapangan yang membutuhkan evakuasi segera, baik melalui jalan darat maupun evakuasi udara."Katanya melalui rilis yang diterima InfoPublik, Senin (22/10).

Dia menjelaskan, adapun pihak-pihak yang terlibat dalam latihan ini, antara lain Indobatt sebagai Tim Patroli, FCR (Force Commander Reserve) Frenchbatt, FMT (Forward Medical Team) Frenchbatt (Perancis), Level II Hospital Chinmedcoy (China) Sektor Timur, AMET (Air Medical Evacuation Team) Italbatt (Italia), JOC (Joint Operation Centre) Naqoura, CMO (Chief Medical Officer) dan FMO (First Medical Officer).

Ikut hadir mengawasi jalannya latihan Chief Medical Officer (CMO) UNIFIL, Mr. Florin Paul MD, PhD, MPH, Letkol Kes Abdul Goni Medical Planner, Kasiops Indobatt Kapten Inf Risa, Dokter Satgas Lettu Kes dr. Iwan Juniarto dan Pasiops Lettu Inf Budi Prakoso.

Sumber: Info Publik


Latma Albatros Ausindo 2012 Ditutup

(Foto: RAAF)

22 Oktober 2012, Jakarta: Setelah melaksanakan kegiatan selama ± empat hari, Latihan Bersama (Latma) Albatross Ausindo 2012 di Darwin secara resmi berakhir, Kamis (18/10).

Sebuah acara penutupan sederhana dilaksanakan di Truscoot Club RAAF Base Darwin menandai berakhirnya latihan yang sudah di gelar sejak tanggal 15 Oktober lalu.

Danskadron Udara 5, Letkol Pnb Benny Arfan dalam sambutannya memberikan apresiasi serta rasa terima kasih yang tinggi kepada seluruh peserta latihan baik dari TNI AU maupun RAAF, sehingga kegiatan ini dapat berjalan aman dan lancar.

“Selain hubungan persahabatan yang lebih erat, seluruh personil yang terlibat pun dapat saling bertukar ilmu serta pikiran mengenai berbagai hal di dalam latihan ini”, tambahnya.

Ucapan terima kasih pun disampaikan oleh WGCMDR Michael Jansen, CO 10th SQN RAAF kepada seluruh partisipan latihan bersama ini, karena hingga berakhirnya latihan, seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan tak terkendala.

“Mungkin pada pelaksanaan latihan berikutnya dapat disiapkan skenario yang lebih kompleks daripada saat ini, sehingga kemampuan skadron dan crew dapat lebih meningkat terkait dengan perkembangan zaman”, saran dari perwira yang suka humor ini.

“And i’m really looking forward to see you all on the next Albatross Ausindo Exercise”, pungkas WGCMDR Michael Jansen.

Semangat persahabatan sangat terlihat selama pelaksanaan kegiatan Latma Albatross Ausindo 2012 di Darwin ini, itulah yang paling utama.

Latihan SAR

(Foto: RAAF)

Pesawat AP-3C Orion dari RAAF 10th Squadron ketika sedang melaksanakan patroli menemukan adanya kemungkinan sebuah kapal mendapat kecelakaan di wilayah perairan sebelah utara Darwin. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Boeing 737-200 intai milik Skadron 5 Makassar yang selanjutnya mencoba mengidentifikasi kebenaran akan informasi yang sudah disampaikan sebelumnya, dan ternyata memang benar terdapat sebuah kapal yang mengalami kecelakaan di area tersebut.

(Foto: RAAF)

Selanjutnya AP-3C Orion bersiap melakukan Operasi Search and Rescue guna menyelamatkan korban yang terdapat di dalam kapal tersebut. Diawali dengan menjatuhkan flare (bom asap) guna menandai bahwa di wilayah tersebut terdapat kapal yang mengalami kecelakaan. Dilanjutkan dengan menjatuhkan Heli Box yang berisi (raft) rakit, makanan serta radio untuk digunakan oleh para korban sebelum mendapatkan pertolongan selanjutnya dari penjaga pantai.

Sumber: Dispenau


KRI Sultan Hasanuddin-366 Latihan di Laut Mediterranean

(Foto: Dispenarmatim)

15 Oktober 2012, Lebanon: KRI Sultan Hasanuddin-366 “mengamuk”, bertubi-tubi tembakan dikeluarkan dari moncong meriam kaliber 76 mm dan 20 mm. Sesaat kemudian nampak dikejauhan sasaran permukaan laut hancur dan perlahan-lahan tenggelam. Sejenak kemudian terdengar dentuman-dentuman keras suara tembakan yang berasal dari meriam kapal perang lainnya. Air laut pun nampak semburat keatas menandai bahwa amonisi yang dipakai untuk menghancurkan sasaran itu adalah peluru tajam.

Akhirnya delapan sasaran permukaan laut berwarna orange dapat dihancurkan. Demikian sekilas gambaran mengenai MTF Live Firing Gunnery Exercise yang dilaksanakan oleh enam unsur Maritime Task Force United Nations Interim Force In Lebanon (MTF/UNIFIL) di area Barbara 2 Laut Mediterranean, Jum’at (12/10).

Latihan Gabungan MTF-448 UNIFIL menggunakan sandi “Blue Hurricane” sebutan angin topan yang biasa terjadi di daerah tropis, dengan sasaran target permukaan laut dan target udara (Surface and Anti Air Gunfire Exercise).

Unsur-unsur MTF yang terlibat terdiri dari tiga kapal Fregate dan tiga kapal patroli yaitu KRI Sultan Hasanuddin-366 (Indonesia), FGS Magdeburg F-261 (Jerman), BRS Liberal F-43 (Brasil), FGS Gepard P-6121(Jerman), BNS Madhumati P911 (Bangladesh) dan HS Kristallidis P-69 (Yunani). Sedangkan dari LAF Navy diikutsertakan beberapa perwira observer dan kadet yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366, BRS Liberal F-43 dan FGS Magdeburg F-261.

Latihan manuvra laut ini juga disaksikan oleh para petinggi LAF (Lebanon Armed Force) dan pejabat UNIFIL yang onboard di BRS Liberal F-43. Latihan ini bertujuan untuk mewujudkan dan meningkatkan inter operability antar unsur-unsur MTF-448 sekaligus menunjukkan kepada Staf UNIFIL dan LAF tingkat profesionalitas dan kesiapan unsur-unsur laut dalam mendukung United Nations Security Council Resolution (UNSCR) 1701.

Mengawali latihan terlebih dahulu dilaksanakan Identification and Surveilence Recognition (ISR) yang dilakukan oleh Helikopter BO 105 NV 414 yang onboard di KRI Sultan Hasanuddin-366 untuk melaksanakan pengamatan dan meyakinkan area latihan benar-benar aman dari lalu lintas laut.

Surface Gunfire Exercise dilaksanakan pada siang hari dengan sasaran target permukaan berupa delapan Killer Tomatoes. Peletakkan target Killer Tomatoes dilakukan oleh KRI Sultan Hasanuddin-366, FGS Magdeburg F-261 dan FGS Gepard P-6121 di area penembakkan Barbara (Laut Mediterranean).

Latihan Surface Gunfire ini dibagi dalam lima sesi, pada sesi pertama sampai dengan sesi keempat penembakkan dilaksanakan oleh tiap-tiap unsur yang membentuk formasi garis lurus dengan jarak antar unsur 1000 yard. Sedangkan jarak tembak dari formasi bervariasi dari 1500 – 10.000 yard dengan menggunakan meriam 76 mm dan 20 mm secara bergantian.

Pada sesi kelima KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan manuvra taktis dengan kecepatan 25 knot sambil memuntahkan tembakkan dari meriam 76 mm kearah sasaran sejauh 9000 yard/4,5 mil laut. Dua dari enam target Killer Tomatoes berhasil dihancurkan oleh meriam 76 mm. Setelah mendekati sasaran pada jarak 3000 yard, meriam 20 mm beraksi dengan memuntahkan amonisinya ke target. Satu target Killer Tomatoes berukuran 3 x 3 meter itupun dapat dihancurkan dengan mudah. Tidak semua target dihancurkan oleh KRI Sultan Hasanuddin-366 karena tiga target lainnya untuk latihan penembakan unsur yang lain.

Sedangkan Anti Air Gunfire Exercise dilaksanakan pada malam hari dengan menggunakan meriam 20 mm. Sasaran berupa flare ditembakkan dari BRS Liberal F-43, setelah flare menyala di udara, setiap unsur dapat menembak sasaran tersebut secara bergantian. Latihan penembakan pada malam hari tersebut berakhir pada pukul 21.00 local time dengan berjalan lancar dan aman.

Dalam latihan ini, KRI Sultan Hasanuddin-366 mendapat apresiasi yang tinggi dari para pejabat UNIFIL dan Lebanon Armed Force maupun dari sesama unsur MTF karena tingkat profesionalisme para prajuritnya sehingga dapat melaksanakan latihan manuvra taktis dan penembakkan secara tepat dan aman.

Dengan adanya kegiatan latihan ini KRI Sultan Hasanuddin-366 juga memberikan kesan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki Angkatan Laut yang profesional dan terlatih dengan baik dan sangat layak untuk mengemban misi-misi internasional dibawah bendera PBB.

Latihan ini diawali dengan Pre Sail Gunnery Exercixe Briefing yang dilaksanakan sehari sebelumnya di BRS Liberal F-43 yang dihadiri oleh MTF Commander Rear Admiral Wagnen Lopes de Moraes ZAMITH, Chief of Staff MTF Kolonel Laut (P) Dwi Sulaksono, para Deputy MTF dan para Komandan Unsur-unsur MTF yang terlibat latihan serta dari LAF Navy.

Dalam sambutannya, MTF Commander menekankan bahwa semua unsur harus mengutamakan keamanan latihan pada setiap sesi latihan. Selain itu setiap sesi latihan menjadi tanggung jawab penuh Komandan kapal dengan tetap mengacu pada standar prosedur dan peraturan yang berlaku di negaranya masing-masing.

Sumber: Dispenarmatim


Aksi Herky TNI AU di Latma Rajawali Ausindo 12

22 September 2012, Malang: Pesawat C-130B Hercules TNI AU melakukan terbang rendah saat Latihan Rajawali Ausindo 12. Latihan Rajawali Ausindo 12, latihan bersama TNI AU dan Royal Australia Air Force (RAAF) berlangsung di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang dari 17-22 September 2012. Kedua angkatan udara menurunkan armada Hercules. (Foto: RAAF)

C-130H Hercules menerjunkan prajurit lintas udara dalam suatu misi dalam latihan. (Foto: RAAF)

Deretan C-130 Hercules TNI AU dan RAAF. (Foto: RAAF)

Sumber: RAAF
@Berita HanKam


TNI AU dan RAAF Gelar Latma Rajawali Ausindo 2012 di Malang

Upacara pembukaan Latma Rajawali Ausindo 2012. (Foto: Lanud Abdulrahman Saleh)

17 September 2012, Malang: Komandan Lanud Abd Saleh, Marsekal Pertama TNI Gutomo, S. IP. Memimpin upacara pembukaan Latma “ Rajawali Ausindo 2012” di Lanud Abd Saleh. Latihan ini merupakan latihan bersama yang melibatkan pesawat TNI AU dan RAAF yang dilaksanakan setiap tahun dan diharapkan dilaksanakan bergantian antara Indonesia dan Australia.

Dalam sambutannya Komandan Lanud menyampaikan, bahwa Rajawali Ausindo 2012 adalah sebagai bukti nyata dari salah satu realisasi hubungan dan kerjasama yang baik antara kedua angkatan bersenjata khususnya antara TNI AU dan RAAF. Kerja sama bilateral yang telah terjalin baik ini harus semakin ditingkatkan karena kita sadari bersama bahwa Negara Australia adalah Negara tetangga yang berdekatan dengan Negara kita dan perlu pembinaan hubungan kerja sama yang baik.

Pada latihan yang akan dilaksanakan dari tanggal 18-21 September 2012 di Lanud Abdulrahman Saleh ini, baliau juga menekankan agar prosedur tetap latihan benar-benar dipahami, sehingga dalam pelaksanaannya tidak akan mengalami hambatan-hambatan yang berarti. Mekanisme latihan juga hendaknya vbenar-benar dilaksanakan dengan baik dan dinamis, jika ada hal-hal yang baru ditemukan dilapangan dapat dikenali untuk pengembangan selanjutnya.

Sumber: Lanud Abdulrahman Saleh


Aksi KRI Frans Kaisepo di Latma Kakadu 2012

Awak kapal KRI Frans Kaisepo selesai pemeriksaan kapal di atas kapal perang HMAS Perth. KRI Frans Kaisepo mengikuti Latma maritim multinasional Kakadu 2012 di Darwin, Australia. (Foto: Australia DoD)

KRI Frans Kaisepo manuver menjauhi HMAS Perth setelah selesai perpindahan perbekalan di tengah laut. (Foto: Australia DoD)


Kopassus dan SASR Latihan Bersama di Bandung

(Foto: Kopassus)

4 September 2012, Bandung: Danpusdikpassus Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pembukaan Latma Dawn Komodo XII/2012 di lapangan upacara Pusdikpassus,Batujajar Bandung, Selasa (4/9/2012).

Latihan bersama antara Kopassus dan Special Air Service Regiment (SASR) Australia tersebut direncanakan akan berlangsung di Pusdikpassus sampai 15 September 2012 mendatang dengan diikuti oleh 30 personel Kopassus dan 18 personel dari pasukan khusus Australia.Dalam latihan selama kurang lebih dua minggu ini, kedua delegasi akan berlatih sejumlah materi diantanya menembak reaksi , Pertempuran Jarak Pendek dan pembebasan tawanan dihutan.



Danjen Kopassus dalam amanatnya yang dibacakan Danpusdikpassus mengatakan Latihan Bersama Dawn Komodo XII tahun 2012 ini adalah kelanjutan dari latihan bersama Dawn Kokabura tahun 2011 yang lalu, sebagai bentuk dari kerjasama militer antara Kopassus dan SASR Australia yang merupakan perwujudan dari hubungan bilateral antara kedua negara di bidang pertahanan.

Ditambahkan oleh Danjen bahwa tujuan latihan bersama ini selain untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, juga dimaksudkan untuk membangun keterpaduan antara pasukan khusus Indonesia dan pasukan khusus Australia.

Diharapkan melalui latihan bersama ini akan diperoleh gambaran sejauhmana kekuatan, kemampuan dan kesiagaan operasi pasukan khusus kedua negara dalam menghadapi setiap ancaman yang akan mengganggu kedaulatan masing-masing Negara.

Sumber: Kopassus


KRI Nanggala-402 Latihan Bersama Kapal Selam AS di Laut Jawa

USS Oklahoma City (SSN 723). (Foto: U.S. Navy/Mass Communication Specialist 2nd Class Ronald Gutridge)

30 Agustus 2012, Jakarta: Bahwa kapal selam bernilai strategis sangat tinggi, semua militer dunia tahu. Di Laut Jawa, kapal selam TNI AL, KRI Nanggala-402, dan kolega bertenaga nuklirnya dari Amerika Serikat, USS Oklahoma City SSN-723, berlatih bersama dan saling bertukar perwira untuk sama-sama menambah profisiensi. Ini adalah pertama kali bagi kedua angkatan laut, satu kesempatan bersejarah dan bermakna sangat strategis.

Dalam latihan bertajuk PASSEX/Passing Exercise 2012 itu, TNI AL mengerahkan kapal pendamping, KRI Diponegoro-365 dan satu helikopter Bolkow-Blohm NBO-202. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Untung Suropati, "Latihan ini berlangsung dua hari, 28-29 Agustus lalu. Ini bentuk kerja sama dan kemitraan di antara dua angkatan laut, juga untuk memperluas wawasan kita tentang kesenjataan dan berbagai hal lain terkait ini."

PASSEX 2012 diawali pertukaran perwira dari masing-masing kapal selam. Enam perwira KRI Nanggala-402 on board di USS Oklahoma City SSN-723 selama dua hari, sebaliknya empat perwira USS Oklahoma City SSN-723 on board di KRI Nanggala-402 untuk waktu sama. "Selanjutnya kedua kapal selam tersebut melakukan berbagai manuver di perairan Laut Jawa," katanya.

USS Oklahoma City SSN-723 adalah kapal selam bertenaga nuklir kelas Los Angeles buatan galangan kapal Newport News and Dry Dock, Virginia, Amerika Serikat, pada 1981 dan diluncurkan pada 4 Januari 1984, yang telah bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat US sejak 1988. Kapal selam kelas ini, USS Dallas, pernah terlibat dalam kisah perburuan kapal selam bertenaga nuklir terbesar dan terkuat di dunia milik Angkatan Laut Uni Soviet (saat itu), Red October, dari kelas Typhoon, yang memiliki teknologi propulsi Caterpillar.

Menurut Suropati, "Latihan ini juga meningkatkan kemampuan awak KRI Nanggala-402, KRI Diponegoro-365 dan pilot Bolcow-Blohm 205 kita dalam mendeteksi, menganalisa, dan mengenali lebih jauh tentang kapal selam negara lain."

Sedangkan KRI Nanggala-402 dari kelas U-209 buatan galangan kapal Kiel, Jerman, pada 1981, yang ditenagai diesel elektrik berbobot 1.400 ton dan tidak bisa meluncurkan misil nuklir antar benua laiknya USS Oklahoma City SSN-723. KRI Nanggala-402 baru kembali dari perawatan besar di galangan kapal Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan, pada 6 Februari lalu.

Di sana, KRI Nanggala-402 diperbaiki rusuk, kulit, balast, sistem navigasi dan penjejakan, hingga sistem kesenjataannya. Seluruh proses itu memerlukan waktu dua tahun. Kapal selam ini memiliki "kembaran", KRI Cakra-401 yang sama-sama tergabung dalam Satuan Kapal Selam Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL, di Surabaya.

Satuan yang bertanggung jawab dalam pembinaan, penyiapan, dan pengoperasian USS Oklahoma City SSN-723 adalah Skuadron Kapal Selam Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat, berpangkalan di Pearl Harbour, Hawaii. Kapal ini diawaki 134 personel, dengan panjang 110,3 meter, lebar 10 meter, dan kecepatan maksimal selam 20 knot perjam. Secara umum, peluru kendali Tomahawk dan Harpoon menjadi persenjataan standardnya.

Sesuai dengan "aturan main"UNCLOS 1982, selama berada di perairan Indonesia untuk pelayaran damai, USS Oklahoma City SSN-723 berlayar di permukaan dan menunjukkan identitas kapal. Setelah misi latihan dimulai, barulah manuver militer dilakukan bersama. Selama dia hadir di perairan Indonesia, pengawalan dan panduan diberikan oleh jajaran TNI AL, termasuk oleh mitranya, KRI Nanggala-402.

Sumber: ANTARA News


Sukhoi Tuntaskan Latma Pitch Black 2012

14 Agustus 2012, Darwin: Direktur Latma Pitch Black Captain Kitcher dan Mayor Palito mewakili TNI AU bertukar cenderamata, setelah TNI AU menyelesaikan Latma dan kembali ke tanah air, Minggu (12/8). (Foto: RAAF)

Personil TNI AU, RAAF, dan RNZAF peserta Latma Picth Black 2012 befoto bersama di depan Sukhoi Su-27 Flanker TNI AU. Sukhoi mendapatkan perhatian khusus dari RAAF karena pesawat tempur ini pertama kali dikirimkan TNI AU ke luar negeri untuk berlatih bersama dan pertama kalinya RAAF mendapatkan akses menyaksikan langsung Sukhoi TNI AU. (Foto: RAAF)

Awak darat melakukan perawatan dan perbaikan sebelum Sukhoi terbang kembali ke tanah air. (Foto: RAAF)

Sumber: RAAF
@Berita HanKam


Aksi Sukhoi di Pitch Black 2012

10 Agustus 2012, Darwin: Sukhoi Su-27 TNI AU dan F/A-18 Hornet selesai melakukan misi dalam Latma Pitch Black 2012. (Foto: RAAF)

Sukhoi Su-27 TNI AU menggunakan parasut saat mendarat setelah melakukan misi dalam Latma Pitch Black 2012. (Foto: RAAF)

Sukhoi Su-27 TNI AU sesaat setelah menyelesaikan misi dalam Latma Pitch Black 2012. (Foto: RAAF)


Sumber: RAAF
@Berita HanKam


Latihan Bersama Kapal Selam TNI dengan Kapal Selam Nuklir US Navy


8 Agustus 2012, Surabaya: Satuan Kapal Selam Komando Armada RI Kawasan Timur (Satsel Koarmatim) dalam waktu dekat akan menggelar latihan bersama dengan kapal selam Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Untuk menindaklanjuti rencana latihan tersebut, hari ini, Rabu (8/8), Commander Submarine Group 7 US Navy Rear Admiral Philip Sawyer mengadakan kunjungan ke Koarmatim.

Kedatangan Rear Admiral Philip Sawyer tersebut diterima Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Darwanto. SH, M.AP dengan didampingi Komandan Guspurlatim Laksamana Pertama TNI Ari Soedewo dan beberapa pejabat teras Koarmatim di Gedung Laksamana Nala Koarmatim Ujung Surabaya.

Kapal selam Koarmatim yang akan terlibat dalam latihan ini yaitu KRI Nanggala-402, didukung dengan korvet kelas Sigma KRI Diponegoro-365 dan satu helikopter BO-105. Sedangkan Kapal Selam US Navy yang terlibat adalah USS Los Angeles (SSN/688).

Latihan manuvra laut ke dua kapal selam tersebut, rencananya akan dilaksanakan disekitar Laut Jawa. Namun sebelum melaksanakan manuvra lapangan (Manlap), terlebih dahulu akan dilaksanakan pertukaran perwira dari masing-masing Kapal Selam untuk on board di ke dua Kapal Selam tersebut.

KRI Nanggala-402 adalah Kapal Selam Kelas 209/1300, merupakan salah satu senjata strategis TNI AL yang merupakan Kapal Selam Kelas Konvensional (Battery Electric).  Kedua Kapal Selam berbeda jenis ini sama-sama merupakan senjata strategis bagi masing-masing Negara, baik Indonesia maupun Amerika Serikat.

Latihan Passing Exercise dengan USS Los Angeles di sekitar perairan Laut Jawa ini adalah dalam rangka menjalin kerjasama antara TNI AL dan US Navy, lebih khusus lagi untuk menjalin kerjasama antara Satuan Kapal Selam Koarmatim dengan CTF 7 (Squadron Kapal Selam), Armada ke-7 US Navy. Latihan ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan ABK KRI Nanggala-402, KRI Diponegoro-365 dan pilot heli BO-105 dalam mendeteksi, menganalisa dan mengenali lebih jauh tentang Kapal Selam USS Los Angeles.

Sumber: Dispenarmatim


Sukhoi Beraksi di Langit Darwin

31 Juli 2012, Darwin: Pesawat tempur Sukhoi Su-27/Su-30 TNI AU mulai berlatih bersama dalam Pitch Black 2012 di Darwin. TNI AU mengirimkan empat pesawat tempur Sukhoi ke Picth Black 2012. Wakasau Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi disertai sejumlah petinggi TNI AU menghadiri pembukaan Pitch Black, rombongan menggunakan C-130 Hercules.



Sumber: RAAF
@Berita HanKam


Welcome Sukhoi in Darwin

27 Juli 2012, Darwin: Empat pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin disambut dua pesawat tempur F/A-18 Hornet No. 77 Squadron saat tiba di udara Darwin.

TNI AU pertama kalinya mengikuti Latihan Udara Bersama Pitch Black. Enam negara, 94 unit pesawat dan lebih dari 2200 personil mengikuti Latma Pitch Black 12, dimulai 27 Juli hingga 13 Agustus di Darwin.

TNI AU pertama kali mengirimkan pesawat tempur utamanya dua Su-27 (TS-2703 dan TS-2705) dan dua Su-30 (TS-3004 dan TS-3005) ke berlatih ke luar negeri.


Sumber: Australia DoD
@Berita HanKam