Showing posts with label Kostrad. Show all posts
Showing posts with label Kostrad. Show all posts

Batalyon Linud 501 Braja Yudha Latihan Penerjunan


20 Maret 2013, Magetan: Sebanyak tujuh pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh Malang, mendukung pelaksanaan misi latihan penerjunaan pasukan Linud 501 Braja Yudha Madiun, dengan Dropping Zone (DZ) daerah Asembagus Situbondo Jawa Timur, Selasa (19/3).

Sebanyak 480 prajurit Linud Batalyon 501 Braja Yudha Madiun, melaksanakan penerjunan di daerah Asembagus, Situbondo Jawa Timur. Penerjunan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon 501, Mayor Inf Andy yang diberangkatkan dari Lanud Iswahjudi.

Tepat pukul 05.12 pagi ketujuh pesawat C-130 Hercules secara berurutan berangkat dari landasan pacu Lanud Iswahjudi, dengan membawa 480 penerjun dari prajurit Batalyon 501 Brajayudha, menuju droping Zone (DZ) daerah Asembagus Situbondo, guna melatih skill dan meningkatkan profesionalisme prajurit, serta persiapan latihan gabungan (Latgab) TNI mendatang.

Sumber: Pentak Lanud Iswahjudi


TNI AD dan Pasukan Bela Diri Jepang Latihan Bersama 2014

(Foto: Kostrad)

28 Februari 2013, Jakarta: Bertempat di Markas Kostrad, Jakarta Pusat, Kamis (28/2), Pangkostrad Letjen TNI M. Munir menerima kunjungan kehormatan Delegasi Japan Ground Self Defense Forces (JGSDF) yang dipimpin Kolonel Kakino (Deputy Chief Policy and Programs Department). Turut dalam rombongan delegasi Kolonel Kasamatsu (Chief International Security Cooperation and Policy Office), Letkol Miyamoto, Msg. Nakada dan Atase Pertahanan Jepang untuk Indonesia Kapten (Navy) Kondo Toshiaki.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang rencana penyelenggaraan latihan bersama antara TNI-AD dan Angkatan Darat Jepang tahun depan dengan titik berat pelaksanaan latihan penanggulangan bencana alam yang terjadi di wilayah kedua Negara. Usai pertemuan, kedua belah pihak berkesempatan untuk bertukar cinderamata. Sebelum meninggalkan Markas Kostrad, Pangkostrad dan rombongan Delegasi JGSDF berfoto bersama dan mengunjungi Museum Dharma Bhakti Kostrad.

Sumber: Kostrad


Linud Kostrad Dilengkapi Alat Latih Terjun Statis 500



17 Februari 2013, Jakarta: Sebagai salah satu satuan andalan Kostrad, satuan Lintas Udara (Linud) sering dihadapkan pada tantangan di medan penugasan. Untuk mendukung hal tersebut, Kostrad bekerjasama dengan PT. DI membekali satuan Lintas Udara dengan alat khusus, yaitu Alat Latih Terjun Statis (ALTS) 500. Alat ini dilengkapi Parasut yang dapat berputar 360° didukung oleh perangkat komputer dan alat komunikasi jarak jauh.

Dengan alat khusus ini, prajurit yang diterjunkan ke sasaran dapat beroperasi secara efektif. Selain itu, dengan alat khusus ini diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan yang dialami penerjun.

Kelebihan lain, alat khusus ini nantinya dapat dikombinasikan lewat simulasi komputer, dimana penerjun dapat berinteraksi dengan lingkungan secara virtual melalui tampilan stereoskopik kacamata digital yang didalamnya terdapat informasi hasil penginderaan seperti suara melalui speaker atau Handphone.

Alat khusus ini sebelumnya telah diperagakan oleh Prajurit Yonif Linud-330 Kostrad yang dipimpin langsung Danyonif Linud-330 Kostrad Letkol Inf Andi Gunawan di hadapan Pangkostrad Letjen TNI M. Munir saat pelaksanaan Rapim dan Rakernis Kostrad TA. 2013 lalu di Madivif-1 Kostrad, Cilodong.

Sumber: KOSTRAD


Yonif 413 Temukan Sejumlah Patok Perbatasan Bergeser Karena Faktor Alam

(Foto: KOSTRAD)

7 Agustus 2012, Jakarta: Wilayah perbatasan Kalimantan Timur membentang sepanjang 1.038 Km yang meliputi tiga kabupaten diantaranya Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Kutai Barat, dengan patok perbatasan berjumlah 13.544 buah. Untuk menjamin wilayahperbatasan tetap terjaga dengan baik, maka dilakukan patroli perbatasan secara rutin dan terjadwal oleh personel Satgas Pamtas Yonif 413 Kostrad maupun patroli gabungan dengan TDM Malaysia.

Menurut keterangan Dansatgas Pamtas Yonif 413 Kostrad, Mayor Inf Joko Maryanto,kondisi medan perbatasan yang terjal serta menyusuri sungai-sungai untuk mencapai patok perbatasan merupakan tantangan tersendiri bagi prajurit Yonif 413 Kostrad, karena hanya sebagian kecil patok perbatasan yang berada dipinggir jalan dan sebagian besar berada ditengah hutan dan pedalaman Kalimantan Timur yang berjarak sekitar 30 km hingga 50 km dari Pos Pamtas, sehingga untuk melaksanakan patroli ke patok perbatasan membutuhkan waktu 8 hingga 10 hari.

Dansatgas menambahkan, dari hasil patroli yang telah dilaksanakan terdapat beberapa patok perbatasan yang mengalami kerusakan seperti patah, tertimpa pohon, miring, tertimbun tanah, berlumut, tulisan tidak terbaca, dsb.

Disamping itu juga ditemukan sejumlah patok yang tidak berada pada posisinya/ bergeser. Pergeseran tersebut ada yang menjorok ke wilayah Malaysia dan ke wilayah Indonesia antara 40 meter hingga 50 meter dari koordinat yang ada. Hal ini disebabkan karena tanah longsor maupun terseret jalur logging, namun sebagian besar tetap berada pada posisinya dan terjaga dengan baik.

Terhadap sejumlah patok perbatasan yang mengalami kerusakan akan dicatat,didokumentasikan dan dilaporkan ke komando atas guna dijadikan data oleh tim IRM (Investigasi, Refiksasi, dan Maintenance) antara RI–Malaysia ndalam melaksanakan perbaikan patok – patok perbatasan yang rusak maupun hilang.

Sumber: KOSTRAD