Showing posts with label KONGA. Show all posts
Showing posts with label KONGA. Show all posts

TNI Kirim Tiga Helikopter ke Kongo

Helikopter angkut Mi-17 dipamerkan di Monas. (Foto: Berita HanKam)

12 Januari 2013, Jakarta: Tahun 2013 ini TNI akan menerjunkan satuan tugas (satgas) helikopter untuk misi perdamaian dunia Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kongo. Pengiriman satgas helikopter akan diikuti pengiriman 120 prajurit ke Kongo, melanjutkan Mission de l'organisation des Nations Unies en Republique Democratique du Congo (MONUC).

"Kami akan kirim tiga helikopter angkut jenis MI-17," kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono seusai menyambut kedatangan Kontingen Garuda XX-I dari Kongo dan KRI Sultan Hasanuddin-366, di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/1).

Panglima mengatakan pengiriman tiga unit helikopter tersebut untuk menindaklanjuti permintaan Sekjen PBB Ban Ki-moon pada Maret 2012. Helikopter Mi-17 adalah helikopter angkut kelas menengah rancangan Rusia. Saat ini helikopter diproduksi di dua pabrik, yaitu di Kazan dan Ulan-Ude. Helikopter ini adalah pengembangan dari helikopter jenis Mi-8 yang menjadi andalan Pakta Warsawa semasa Perang Dingin. Indonesia memiliki beberapa helikopter ini yang dioperasikan TNI-AD.

Menyambut kedatangan prajurit Satgas TNI Kontingen Garuda MTF XXVIII-D/Unifil Lebanon dan Kompi Zeni XX-I/Monusco, Panglima menyatakan pencapaian prajurit di sana telah mengukuhkan kepercayaan dan pengakuan dunia terhadap kemampuan TNI dan komitmen negara dalam peran aktif mewujudkan perdamaian dunia.

"Berbagai prestasi yang telah ditorehkan dalam setiap penugasan Satgas TNI kontingen Garuda pada misi perdamaian PBB harus terus kita jaga dan kita tingkatkan di masa yang akan datang, melalui pembinaan yang terencana dan terukur dengan baik," jelas Agus.

Tantangan

Penugasan berikutnya, kata Panglima, merupakan tantangan yang harus dijawab dengan pemikiran yang cerdas dan langkah yang tepat dalam menjaga kesiapan satuan. "Mengingat PBB meningkatkan atensinya terhadap 14 negara yang masih dilanda konflik, termasuk rekomendasi Dewan Keamanan PBB untuk meningkatkan deployment misi perdamaian PBB di Lebanon pada tahun 2013 hingga 15.000 personel, dan di Kongo yang saat ini telah berjumlah 16.819 personel," jelasnya.

Panglima TNI berharap Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) sebagai wadah penyiapan personel misi perdamaian dunia, untuk terus berupaya meningkatkan kesiapan, kapasitas dan kapabilitas Satgas. PMPP harus memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan tugas dan assessment yang terus menerus terhadap perkembangan situasi yang berlaku.

Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana Madya Marsetio menambahkan, KRI Sultan Hasanuddin yang ditugaskan di bawah bendera PBB sejak Juni 2012 itu sukses membantu Maritime Task Force/United Nations Interim Force in Lebanon (MTF/Unifil). "Kapal kita telah berhasil melaksanakan hailing sebanyak 686 kontak kapal permukaan dan melaksanakan monitor military air activity sebanyak 135 kontak pesawat militer," kata Marsetio.

KRI Sultan Hasanuddin juga sukses bertindak sebagai MIO Commander sebanyak 13 kali, sebagai Anti Air Warfare Coordinator sebanyak 21 kali dan sebagai Hello Element Control sebanyak 18 kali. "Atas prestasinya, KRI Sultan Hasanuddin beserta awaknya telah menerima banya penghargaan, termasuk penghargaan Lebanesse Armed Force Navy dari Pemerintah Lebanon," katanya.

Penghargaan itu didapat karan KRI Sultan Hasanuddin telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dan stabilitas maritim di Lebanon.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan, TNI AL akan mengganti KRI Sultan Hasanuddin dengan KRI Diponegoro. KRI yang diawaki sekitar 100 prajurit itu juga akan bergabung dengan Maritime Task Force/United Nations Interim Force in Lebanon (MTF/Unifil).

Sumber: Koran Jakarta


Satgas Konga XX-I Peroleh Penghargaan dan Medali dari PBB


24 Desember 2012, Kongo: Setelah satu tahun melaksanakan tugas dalam misi perdamaian di Demokratik Republik of Congo (DRC), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I/MONUSCO (Mission De L Organesation Des Nations Unies Pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo), yang di Komandani oleh Letkol Czi Sapto Widhi Nugroho akan segera berakhir pada tanggal 29 Desember 2012, dan kembali ke tanah air Indonesia.

Sungguh sangat berkesan bagi 175 prajurit TNI yang tergabung dalam Konga XX-I selama bertugas di DRC, kedekatannya dengan rakyat Kongo dan jalinan keakraban antara pasukan Garuda dengan penduduk lokal ini tidak akan dapat ditemukan pada kontingen negara lain yang sama-sama melaksanakan tugas di Negara Kongo. Hal ini dapat terwujud, karena seluruh prajurit Garuda selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.

Selain dekat dengan hati rakyat Kongo, pasukan Garuda juga telah menyelesaikan semua tugasnya yang diberikan oleh PBB melalui MONUSCO di bawah Komando Brigade Ituri. Keberhasilan Konga XX-I, antara lain : rehabilitasi jalan antara Dungu-Duru tahap II sepanjang 42 km; pemeliharaan jalan dan jembatan antara Dungu-Faradje sepanjang 145 km; (jalan Dungu-Ngilima 45 km tahap pengerjaan); pemeliharaan bandara dan helipad Dungu; rehabilitasi penjara; pembangunan kantor Brigade FARDC Sektor Rudia; membantu seluruh kontingen yang berada di daerah Dungu, baik sipil maupun militer; serta membantu fasilitas jalan dan jembatan bagi penduduk setempat; sampai dengan hal yang terkecil sekalipun kalau memang itu terkait dengan tugas dan pekerjaan Zeni, Pasukan Garuda akan selalu tampil yang terdepan di antara Kontingen Zeni lainnya.

Dari beberapa tugas yang dipercayakan kepada Kompi Zeni TNI Konga XX-I selalu berhasil dengan baik, maka PBB melalui MONUSCO menganugerahi Piagam dan Medali yang diserahkan oleh Komandan Brigade Ituri Brigjen Sabbhir Ul Karim (Bangladesh) kepada Kontingen Garuda yang di terima oleh Komandan Satgas Letkol Czi Sapto Widhi Nugroho, di Bumi Nusantara Camp Dungu – Kongo, Sabtu (22/12/2012).

Pada saat memberikan piagam penghargaan dan penyematan medali tersebut, PBB melalui Brigjen Sabbhir menyampaikan ucapan rasa hormat dan terimakasihnya kepada seluruh Pasukan Garuda karena selama ini bukan hanya pandai membangun jalan dan jembatan, tetapi juga telah membangun jalan dan jalinan jembatan hati rakyat Kongo dengan seluruh pasukan yang tergabung dalam Kompi Zeni TNI Konga XX-I/MONUSCO.

Lebih lanjut Komandan Brigade Ituri menyampaikan, hendaknya kontingen dari negara lain bisa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Pasukan Garuda yang selalu berhasil dalam tugas dan dekat dengan hati rakyat Kongo. Ucapan selamat jalan untuk kembali ke tanah air Indonesia juga disampaikan oleh Brigjen Sabbhir Ul Karim, semoga selamat sampai tanah air dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, serta jadikan pengalaman ini untuk bekerja lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Sumber: PMPP News


Alutsista Indobatt di Libanon Diperiksa PBB

PBB melakukan inspeksi terhadap alat utama sistem senjata (alutsista) dan alat perlengkapan yang digunakan pasukan TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL atau Indobatt (Indonesian battalion) di Libanon selatan. Pemeriksaan yang dikenal dengan COE (Contingent Owned Equipment) ini dilakukan setiap tiga bulan sekali. (Foto: Puspen TNI)

18 November 2012, Lebanon: Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan inspeksi terhadap alat utama sistem senjata (alutsista) dan alat perlengkapan yang digunakan pasukan TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL atau Indobatt dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

"Pemeriksaan yang dikenal dengan Contingent Owned Equipment (COE) ini dilakukan setiap tiga bulan sekali, dan bagi Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-G/UNIFIL (Indobatt), kali ini merupakan pemeriksaan pertama," ungkap Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL, Lettu Sus Sundoko melalui rilis yang diterima InfoPublik, Selasa(18/12).

Menurut Sundoko, kedatangan 13 orang tim dari COE yang diketuai oleh Sergiy Mazurov untuk memeriksa peralatan Satgas Indobatt diterima langsung oleh Dansatgas Konga XXIII-G/UNIFIL Mayor Inf Lucky Avianto beserta para perwira staf terkait, di ruang rapat Markas Indobatt, Adshit al Qusayr, Lebanon Selatan.

Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL yang berada di Kompi D, Kompi Ban, Kompi C, Kompi A dan Kompi B, menggelar seluruh perlengkapan yang digunakan untuk dicek satu persatu, meliputi kendaraan tempur, kendaraan ringan, persenjataan, peralatan komunikasi, administrasi, perlengkapan pribadi, kebersihan dan perlengkapan kemarkasan yang lain.

Satgas Konga XXIII-G/UNIFIL yang berada di Kompi D, Kompi Ban, Kompi C, Kompi A dan Kompi B, menggelar seluruh perlengkapan yang digunakan untuk dicek satu persatu, antara lain meliputi kendaraan tempur, kendaraan ringan, persenjataan, peralatan komunikasi, administrasi, perlengkapan pribadi, kebersihan dan perlengkapan kemarkasan yang lain. (Foto: Puspen TNI)

Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Indobatt Mayor Inf Lucky Avianto menyampaikan bahwa kedatangan tim COE bukanlah untuk mencari-cari kesalahan atau kekurangan, namun apa yang dilakukannya dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan koreksi kedepan dalam pelaksanaan misi perdamaian selama penugasan 1 tahun kedepan.

Dansatgas juga berpesan kepada para perwira dan staf, agar dapat memberikan data selengkap-lengkapnya tanpa ada yang harus ditutup-tutupi.

Dijelaskan Lucky, bagi negara penyumbang pasukan di PBB atau Troops Contributing Countries (TCC) yang menggunakan sistem wet lease seperti Indonesia, COE merupakan kegiatan yang harus dipersiapkan, karena apabila ada salah satu peralatan yang dinyatakan tidak siap pakai maka akan berpengaruh terhadap reimbursement (pembayaran kembali).

Tim PBB juga akan memberikan penilaian apakah Satgas dinyatakan siap atau tidak untuk melaksanakan operasi penjaga perdamaian di Lebanon Selatan di bawah UNIFIL. Standar kelayakan yang ditetapkan oleh PBB adalah 75 persen alutsista dan material Satgas harus memenuhi syarat dan siap operasi.

"Jika dalam pemeriksaan tersebut kondisi alutsista dan material Satgas dibawah 75 persen, maka dapat dinyatakan tidak siap operasi dan dapat direpatriasi atau dipulangkan ke negara asal," katanya.

Usai melakukan pemeriksaan terhadap alutsista Indobatt, Tim COE yang diwakili Sergiy Mazurov mengaku puas terhadap penyiapan dan kesiapan Kontingen Garuda XXIII-G/UNIFIL atau Indonesian battalion dalam rangka misi perdamaian PBB di Lebanon.

Sumber: Info Publik


Indonesia Kirim 1169 Prajurit TNI ke Lebanon

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyalami Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) untuk melaksanakan tugas menjaga perdamaian di Lebanon dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (21/11). Sebanyak 1.169 Prajurit TNI itu akan bertugas selam satu tahun di Lebanon. (Foto: ANTARA/Kadispenum Puspen TNI-Kolonel Cpl Minulyo Suprapto/HO/Koz/Spt/12)

21 November 2012, Jakarta: Sebanyak 1.169 prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga) siap diberangkatkan ke Lebanon untuk melaksanakan tugas menjaga perdamaian dalam misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Hal itu terungkap ketika Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono melepas 1.169 prajurit TNI itu dengan upacara militer di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/11).

Prajurit yang akan diberangkatkan pada akhir November 2012 dan akan bertugas selama setahun di Lebanon itu, terdiri dari : 850 personel Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G yang dipimpin Mayor Inf Lucky Avianto, 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-E dipimpin Letkol Cpm Subiyakto.

Sebanyak 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-E2 dipimpin Mayor Inf Yuri Eliyas, 50 personel Satgas Force Headquarter Support Unit (SFQSU) Konga XXVI-E1 dipimpin Kolonel Inf Karmin Suharna, enam personel Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-C dipimpin Letkol Inf Ilyas, 18 personel Satgas Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-C dipimpin Mayor Inf Nasrul, sembilan personel Satgas Level 2 Hospital XXIX-E dipimpin Letkol Kes dr Paulus Supriyono dan 11 personel Milstaf Seceast dipimpin Kolonel Inf Rezerius.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, dalam amanatnya mengatakan, Dewan Keamanan PBB pada 23 September 2012 telah memperbaharui mandat bagi pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon hingga tahun 2013, dengan tujuan untuk memastikan pencapaian stabilitas di Lebanon dan memastikan bahwa tidak ada tindakan intimidasi terhadap pasukan sementara PBB di Lebanon-United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL.

Dipahami bahwa pembaharuan mandat PBB tersebut terjadi di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak dari konflik yang telah terjadi selama 17 bulan di wilayah tetangga Lebanon, yaitu Suriah, katanya.

Melihat dari kondisi dan perkembangan situasi Lebanon dan Timur Tengah, Panglima TNI menyampaikan beberapa perhatian dan harapan untuk diperhatikan secara seksama sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas prajurit, yakni memahami dan menguasai secara benar aturan pelibatan dan prosedur tetap.

Selain itu, prajurit juga diimbau untuk mencermati setiap perkembangan situasi di wilayah penugasan dan melaksanakan analisa secara cerdas dalam mengambil keputusan secara tepat dan cepat serta menghormati etika sosial, adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat setempat dengan berpedoman pada "delapan wajib TNI".

"Prajurit harus menjaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurit TNI dan tingkatkan komunikasi dengan prajurit megara lain yang mengemban misi PBB yang sama," tuturnya.

Panglima TNI mengingatkan, bahwa keberadaan prajurit Konga di daerah operasi adalah sebagai duta TNI dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, seluruh prajurit berkewajiban menjaga nama baik bangsa Indonesia dan TNI dengan tetap memegang teguh norma-norma keprajuritan yang dilandasi Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.

Sumber: Investor